Mayoritas indeks saham di Asia menguat seiring membaiknya data sektor manufaktur China, Jepang dan AS yang memberi sinyal bagus bagi pertumbuhan ekonomi global meskipun kinerja sektor manufaktir Eropa masih mengecewakan.

Ruang kenaikan cukup terbatas karena investor masih terus memonitor perkembangan di Irak dan Ukrania.

Pada Senin malam, Pemerintah Jepang merilis draft strategi pertumbuhan PM Shinzo Abe yang telah lama dinantikan oleh investor. Fokus tertuju pada konferensi pers PM Shinzo Abe pada Selasa malam, dimana beliau diyakini akan menjabarkan reformasi struktural ketiga (Third Arrow) dari doktrin Abenomics.

Ini termasuk kebijakan seperti penurunan pajak korporasi dan langkah langkah lain seperti janji untuk melonggarkan regulasi di bidang agrikultur dan mengizinkan tenaga kerja asing kerja di sektor rumah tangga dan pelayanan kesehatan.

IHSG naik 20.1 poin (0.42%) ke level 4862.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 2.1 poin (0.26%) ke level 820. Investor asing mencatatkan Ney Buy IDR139.8 miliar.

Indeks saham di Eropa ditutup beragam (mixed) setelah data tingkat kepercayaan dunia usaha (Business Confidence) Jerman gagal memenuhi ekspektasi, menekankan kekhawatiran tentang lambatnya pemulihan ekonomi di zona Euro.

Data Ifo Business Confidence Index Jerman berada di level 109.7 di bulan Juni, lebih rendah dari ekspektasi 110.2 dan turun dari pencapaian bulan Mei yang sebesar 110.4.

Indeks saham utama di Wall Street melemah karena kekhawatiran atas geopolitik mengalahkan sentimen positif yang datang dari data penjualan rumah baru (New Home Sales) dan Indeks Tingkat Kepercayaan Konsumen (Consumer Confidence Index) AS.

IHSG hari ini diprediksi akan kembali bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika dan Eropa ditutup cenderung melemah pada perdagangan terakhir. Meskipun Consumer Confidence dan New Home Sales AS mencatatkan hasil yang positif, namun stabilitas keamanan di Irak yang kembali memburuk dan kenaikan harga minyak sepertinya masih menjadi kekhawatiran investor global. Keterlibatan Syria dan Iran juga semakin memperburuk situasi politik di kawasan Timur Tengah. Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan adanya kemungkinan defisit neraca berjalan akan mengalami kenaikan pada semester II, namun kondisi fiskal saat ini masih dalam keadaan yang aman. Ekspor CPO yang dilaporkan meningkat juga dapat menjadi sentimen positif bagi sektor industri ini. Data GDP AS yang akan dirilis hari ini dan Unemployment Claims besok patut menjadi perhatian investor, selain tentunya perkembangan situasi di Timur Tengah.

IHSG secara teknikal bergerak rebound dengan Indikator stochastic yang golden-cross di area oversold dengan momentum RSI yang memperlihatkan reversal momentum menjadi bullish. IHSG sendiri telah berhasil rebound dari lower bollinger band dan bergerak kembali mencoba berada diatas 4900. Diprediksikan IHSG akan kembali bergerak menguat dengan range pergerakan 4845 - 4890.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top