Indeks saham di Asiamenguat seiring dengan kebangkitan risk appettite yang dipicu oleh data manufaktur di China dan Jepang serta penguatan indek saham di Wall Street akhir pekan lalu, sementara itu harga minyak mentah dunia bertahan di sekitar level tertingginya dalam 9 bulan seiring semakin intensifnya konflik bersenjata di Irak.

Sektor manufaktir China dan Jepang mengabaikan penurunan dalam beberapa bulan terakhir dan kembali mencatatkan pertumbuhan di bulan Juni seiring ditopangnya permintaan domestik oleh kebijakan stimulus Beijing dan perbaikan pasar tenaga kerja Jepang.

Data HSBC/Markit Flash China Manufacturing PMI naik ke level 50.8 di bulan Juni, dari perhitungan akhir bulan April yang sebesar 49.4 dean lebih baik dari ekspekrasi kenaikan ke level 49.7.

Ini adalah untuk pertama kali sejak Desember tahun lalu data PMI berada di teritori pertumbuhan dan merupakan level tertinggi sejak November 2013 yang juga berada di level 50.8.

Data Markit/JMMA Flash Manufacturing PMI Jepang naik ke level 51.1 di bulan Juni dari perhitungan akhir 49.9 di bulan Mei, memperlihatkan pertumbuhan untuk pertama kali dalam 3 bulan.

IHSG turun tipis 5.6 poin (-0.11%) ke level 4842.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 turun kurang dari 1 poin, tepatnya 0.3 poin (-0.04%, ke level 817.9. Investor asing menarik IDR230.9 miliar keluar dari [asar saham domestik.

Indeks saham di Eropa turun di dorong oleh kekecewan atas data aktofotas bisnis zona Euro dan konflik bersenjata di Irak.

Data PMI bulan Juni zona Euro berada di level 52.8, lebih rendah dari estimasi 53.5, tertekan oleh aktifitas bisnis di Perancis yang terus kontraksi sementara aktifitas sektor usaha di Jerman justru semakin ekspansif.

Indeks saham utama di Wall Street di tutup datar (flat) dengan indeks S&P 500 dan DJIA jeda sejenak setelah mencatatkan kenaikan selama 6 hari beruntun.

IHSG hari ini diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat, karena adanya potensi rebound. Data existing home sales dan US manufacturing PMI Amerika yang dirilis di atas ekspektasi berpotensi membawa sentimen positif bagi pasar global. Pasar Amerika dan Eropa ditutup cenderung melemah kemarin, setelah Indeks Purchasing Managers' Uni Eropa menunjukkan hasil yang lebih rendah dari estimasi. Sekretaris Negara AS John Kerry dilaporkan tiba di Irak guna membantu pemerintah setempat dalam usahanya meredakan pemberontakan. Dari dalam negeri, Kementrian Perindustrian memperkirakan industri otomotif Indonesia diperkirakan akan bertumbuh mencapai 2 kali lipat dalam 6 tahun mendatang. Sementara Menkeu Chatib Basri mengatakan bahwa subsidi BBM di masa yang akan datang harus dikurangi dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur demi mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% setahun. Data Consumer Confidence dan New Home Sales Amerika yang akan dirilis hari ini masih patut menjadi perhatian investor.


IHSG kembali break out support level dan bergerak melemah meskipun dari Indikator stochastic IHSG sendiri telah berada pada harga yang cukup murah setelah berada pada area jenuh jual. Indikator MACD masih bergerak bearish setelah menjauhnya MACD line dengan Signal line dan Historam yang masih berada di -11. Diprediksikan IHSG akan kembali bergerak mixed kembali mencoba menguat dengan range pergerakan 4795-4875.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top