Indeks saham di Asia bergerak mixed karena investor menunggu keputusan kebijakan dari Federal Reserve.

Jepang mencatatkan defisit perdagangan selama 23 bulan beruntun di bulan Mei seiring dengan anjloknya kinerja ekspor dan impot ditengah bermunculannya sejumlah tanda perbaikan permintaan di AS dan Eropa.

Defisit bulan Mei sebesar 909 miliar Yen ($8.8 miliar) seiring dengan penurunan 3% (Y/Y) ekspor ke AS. Secara keseluruhan, ekspor turun 2.7% menjadi 5.6 triliun Yen ($54.9 miliar) sementara impor berkurang 3.6% menjadi 6.5 triliun Yen ($63.7 miliar).

Jepang mulai menderita defisit sejak penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di negara itu pasca bencana yang menimpa PLTN Fukushima Dai-Ichi pada tahun 2011, dan awalnya didorong oleh lonjakan harga impor minyak mentah dan gas untuk mengimbangi kapasitas pembangkit yang hilang.

Harga rumah di China selama bulan Mei tumbuh pada laju terlambat tahun ini. Harga rata rata rumah baru di 70 kota besar China naik 5.6%, melambat dari 6.7% di bulan April. Secara bulanan, harga turun 0.2% dan merupakan penurunan pertama dalam 2 tahun.

IHSG terpeleset 21.7 poin (-0.44%) ke level 4887.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 4.5 poin (-0.54%) ke level 824.9. Namun, investor asing justru mencatatkan Net Buy spektakuler IDR2,3 triliun. 

Indeks saham di Eropa bergerak datar (flat) karena investor menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve. Sementara itu, naskah dari pertemuan terakhir Bank Of England (BOE) memperlihatkan keputusan yang bulat untuk tidak menaikkan suku bunga.

Indeks saham utama di Wall Street menguat setelah ketua the Fed memberi sinyal tidak ada keterburu-buruan dalam menaikkan suku bunga. Federal Reserve juga kembali mangkas program bulanan pembelian aset sebesar $10 miliar menjadi $35% miliar, seperti yang diharapkan pasar.

IHSG hari ini diprediksi akan bergerak melemah menyusul sejumlah berita yang berpotensi menjadi sentimen negatif. Pasar Amerika ditutup naik setelah The Fed menyatakan bahwa perekonomian Amerika saat ini sedang mengalami rebound sehingga suku bunga akan dipertahankan tetap rendah untuk sementara waktu, namun ada kemungkinan untuk dinaikkan lebih cepat tahun depan. Rapat FOMC juga menyepakati pengurangan stimulus (tapering) menjadi hanya $35 milyar dari $45 milyar. Dari dalam negeri, kenaikan beban subsidi dalam APBN Perubahan 2014, melemahnya nilai tukar Rupiah, dan semakin tingginya harga minyak dunia menambah beratnya tantangan bagi para penentu kebijakan ekonomi, terutama menghadapi inflasi dan defisit neraca perdagangan. Data Unemployment Claims Amerika yang akan dirilis hari ini dapat menjadi perhatian investor.

Secara teknikal IHSG kembali terkonsolidasi dan kembali break out support 4900. Indikator stochastic terus berberak bearish hingga mendekati oversold dengan momentum yang flat diarea moderate osilator. Diprediksikan IHSG masih akan kembali bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 4850 - 4910.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top