Mayoritas indeks saham di Asia turun seiring pudarnya risk appettite investor akibat konflik yang semakin meluas di Irak serta pertikaian mengenai gas alam antara Rusia dan Ukrania.

Dengan bantuan suku yang berhaulan Suni, militan dari the Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) pada hari Senin menduduki kota Saqlaqiya di sebelah barat kota Baghdad dan mengancam akan mengambil alih kilang pengolahan minyak penting di daerah itu.

Ketegangan di Ukrania belum juga mereda karena Rusia menghentikan pasokan gas untuk Ukrania pada hari Senin dipicu oleh kegagalan mencapai kesepakatan skema pembayaran. Langkah Rusia ini ditakutkan akan mengganggu arus pasokan gas keseantero Eropa dan memadamkan prospek perdamaian antara Rusia dan Ukrania.

Kekhawatiran atas Argentina juga turut menekan sentimen. Mahkamah Agung AS mengatakan tidak akan mempertimbangkan keinginan Argentina untuk naik banding dalam sengketa dengan para hedge funds yang menolak berpartisipasi dalam program restrukturisasi utang.

Ini artinya, Argentina sekarang menghadapi kemungkinan gagal bayar (default) jika tidak membayar $1.3 miliar kepada kreditur pada tanggal 30 Juni nanti.

IHSG naik 24.1 poin (0.49%) ke level 4909.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 6.3 poin (0.77%) ke level 829.4. Investor asing menarik IDR26.8 miliar keluar dari pasar saham domestik. 

Indeks saham di Eropa berakhir di teritori positif karena investor mengabaikan peningkatan kekerasan di Irak serta data inflasi AS yang mengecewakan. Sentimen juga sempat tertekan oleh data ZEW Economic Sentiment Index Jerman turun ke level 29.8 di bulan Juni dari level 33.1, menandakan penurunan selama 6 bulan beruntun.

Indeks saham utama di Wall Street menguat setelah data pertumbuhan inflasi bulan Mei AS keluar lebih tinggi dari ekspektasi sehingga memperbesar kemungkinan Federal Reserve harus menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari perkiraan.

Data inflasi ini menjadi lebih penting karena dirilis sehari menjelang keluarnya keputusan dari pertemuan kebijakan Federal Reserve.

IHSG hari ini diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Bursa AS ditutup menguat ditopang pergerakan saham kecil dan investor cenderung berhati-hati menunggu keputusan bank sentral Federal Reserve nanti malam. Data CPI Amerika bulan Mei yang naik menjadi 2.1% dari 2.0% bisa menjadi sentimen positif bagi IHSG. Namun, revisi IMF atas pertumbuhan ekonomi AS tahun ini yang hanya akan tumbuh 2%, turun ketimbang prediksi bulan April lalu di angka 2,8% berpotensi memberikan sentimen negatif bagi pasar global.
Dari dalam negeri, utang luar negeri Indonesia hingga April 2014 mencatatkan pertumbuhan yang lebih lambat ketimbang bulan sebelumnya. Meski begitu, pemerintah masih perlu mewaspadai laju utang swasta yang terus tumbuh.

Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi dan false break support MA50 serta berhasil kembali pada level 4900. ini merupakan signal cukup positif untuk pergerakan IHSG selanjutnya, Indikator stochastic bergerak terkonsolidasi dengan momentum yang mulai reversal. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung kembali menguat dengan range pergerakan 4875 - 4970.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top