Indeks saham di Asia bergerak mixed akhir pekan lalu dan harga minyak mentah dunia mencapai level tertinggi dalam 9 bulan ditengah kekhawatiran mengenai kekerasan di Irak dan tanda tanda perbaikan aktifitas ekonomi di China.

Investor mencerna serangkaian rilis data ekonomi China. Penjualan Ritel tumbuh 12.2% (Y/Y), mengalahkan ekspektasi pertumbuhan 12.1%, sementara itu Industrial Production meningkat 8.8% (Y/Y), sejalan dengan estimasi. Fixed Asset Investment tumbuh 17.2% (Y/Y) selama periode Januari – Mei, sedikit di atas  ekspektasi kenaikan 17.1%.

Bank Of Japan (BOJ) mempertahankan kebijakan moneter dan meningkatkan penilaian atas ekonomi global, yanda kepercayaan diri bahwa Jepang akan mampu mencapai target inflasi tanpa stimulus tambahan.

Seperti perkiraan, BOJ memutuskan mempertahankan janjinya untuk menambah uang beredar, ukuran penting dalam kebijakan moneter Jepang, sebesar 60-70 triliun Yen ($590-$688 miliar) setiap tahun. BOJ juga tidak merubah pandangannya atas ekonomi dalam negeri dan mencatat ekonomi domestik terus pulih pada laju yang moderat.

IHSG turun tipis 7.7 poin (-0.16%) ke level 4926.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 mundur 1.9 poin (-0.22%) ke level 832.7 Secar mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing melemah 10.5 poin (-0.21%) dan 1 poin (-0.12%). Investor asing Jumat lalu melakukan Net Buy sebesar IDR696.5 miliar, memperkecil total Net Sell asing ,omggu lalu menjadi IDR186 miliar. 

Indeks saham di Eropa turun seiring dengan eskalasi kekerasan di Irak yang mengerek kenaikan harga minyak mentah dunia, sementara investor menimbang pernyataan gubernur Bank Of England Mark Carney pada Kamis malam yang mengatakan prospek kenaikan pertama suku bunga di Inggris dapat terjadi lebih cepat dari perkiraan pasar.

Indeks saham utama di Wall Street mengakhiri minggu perdagangan dengan penurunan mingguan terbesar dalam 2 bulan karena investor mengikuti perkembangan di Irak dengan kekhawatiran bahwa kekrasan yang sedang berlaunsung dapat mengganggu pasokan minyak mentah dunia.


IHSG diprediksi akan bergerak cenderung melah pada perdagangan hari ini. Pasar Eropa ditutup turun pada akhir pekan kemarin, namun pasar Amerika ditutup naik setelah adanya ekspektasi bahwa kekacauan di Irak akan dapat diatasi. Presiden Barack Obama menyatakan kesediaannya untuk membantu dalam hal penyediaan logistik untuk membantu keamanan di negara penghasil minyak tersebut. Pernyataan FOMC pada hari Rabu mendatang masih menjadi perhatian investor global, yang diperkirakan dapat menentukan arah pergerakan pasar ke depannya. Dari dalam negeri, OJK mencatat total dana kelolaan reksadana hingga akhir Mei lalu mencapai Rp 200,69 triliun, atau merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Beberapa bank juga dikabarkan telah menaikkan suku bunga kredit konsumer seperti kredit perumahan dan kendaraan bermotor.

Secara teknikal kembali keluar dari bullish trend dengan bergerak cenderung terkonsolidasi, Indikator Stochastic bergerak menghimpit mendekati overbought dengan momentum yang bearish di area tengah osilator. IHSG sendiri berada pada area middle bollinger bands dengan kecenderungan akan bergerak stagnan. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah pada pekan depan dengan kisaran support resistance 4870 - 4990.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top