Indeks saham di Asia ditutup beragam (mixed) dengan momentum yang melemah setelah Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2.8% dari prediksi awal 3.2%. Bank Dunia berpendapat cuaca buruk di AS, krisis di Ukrania, rebalancing ekonomi di China dan antispipasi kenaikan suku bunga telah mengurangi tingkat kepercayaan di seluruh dunia.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2015 masih tetap 3.4%.
Pertumbuhan negara berkembang sekarang diprediksi sebesar 4.8% tahun ini, turun dari estimasi bulan januari lalu yang mencapai 5.3%. Estimasi pertumbuhan ekonomi AS juga diturunkan menjadi 2.1% tahun ini, turun dari prediksi sebelumnya, 2.8%.
IHSG naik 25.9 poin (0.52%) ke level 4971.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 4.1 poin (0.49%) ke level 842.1 Investor asing menyuntikkan IDR65.1 miliar ke dalam pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa yurun karena gagal menemukan momentum sepanjang sesi perdagangan.
Dari sisi ekonomi, pengangguran di Inggris terus turun selama periode 3 bulan hingga April, menyentuh level terendahnya sejak 2008. Tingkat Pengangguran (Jobless rate) turun menjadi 6.6%, lebih baik dari estimasi yang sebesar 6.7%.
Indeks saham utama di Wall Street melemah setelah Bank Dunia memangkas proueksi pertumbuhan ekonomi global.
Kekalahan mengejutkan ketua fraksi mayoritas (yang sekarang di genggam erat oleh Partai Republik) di DPR AS Eric Cantor dari kandidat gerakan Tea party juga menggelisahkan pasar karena investor penasaran apakah ini pertandanya kembalinya kebuntuan (gridlock) politik di Capitol Hill
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen global cenderung negatif, bursa Amerika dan Eropa ditutup turun kemarin setelah Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi hanya 2,8% sepanjang tahun ini, dari prediksi awalnya pada awal tahun yaitu 3,2%. Sedangkan pertumbuhan bagi negara-negara berkembang diprediksi hanya sebesar 4,8%. Angka tersebut lebih rendah dari estimasi Januari yang mencapai 5,3%. Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur BI dan keputusan suku bunga hari ini masih dapat menjadi perhatian investor dalam negeri, terutama dengan adanya potensi kenaikan inflasi dari rencana kenaikan tarif listrik yang telah disetujui DPR dan akan berlaku mulai 1 Juli mendatang. Data lain yang perlu dicermati investor yaitu, Retail Sales dan Unemployment Claims Amerika yang akan dirilis hari ini.
Namun secara teknikal IHSG kembali naik dengan pergerakan bullish dari indikator Stochastic dan bullish dari momentum RSI. Indikator MACD telah golden-cross dengan signal dari histogram yang cukup baik dapa kembali pada zona positif. diprediksikan IHSG akan bergerak kembali mixed cenderung menguat dengan range pergerakan 4935-5010.
0 comments:
Post a Comment