Indeks saham di Asia naik di dorong prospek pertumbuhan global dan kinerjaa indeks saham di As yang kembali memecahkan rekor tertinggi, namun indeks saham di Jepang turun akibat aksi profit taking.

Pasar memberi reaksi yang dingin pada data inflasi China yang di rilis Selasa pagi karena masih berada dalam kisaran target Pemerintah, sehingga memberi ruang bagi Pemerintah untuk meluncurkan paket stimulus jika diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index) tumbuh 2.5% (Y/Y) di bulan Mei sementara Producer Price Index (PPI) turun 1.4%, namun ini masih lebih baik dibanding dengan penurunana 2% di bulan April.

IHSG lompat 61 poin (1.25%) ke level 4946.1sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terbang 14.4 poin (1.75%) ke level 838. 

Indeks saham di Eropa bergerak mixed setelah indeks DAX di Jerman menyentuh level tertinggi dalam sejarah. Volume perdagangan sedikit meningkat setelah beberapa bursa di Eropa kembali buka pasca perayaan libur nasional Senin lalu.

Data Industrial Production Italia dan Perancis memberi investor sedikit gambaran mengenai kondisi ekonomi di awal Kuartal II 2014. Industrial Production Italia tumbuh 0.7% di bulan April, lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 0.4%. Industrial Production Perancis tumbuh 0.3% di bulan April, berbalik arah dari kontraksi di bulan Maret.

Sementara itu, data Manufacturing Output Inggris tumbuh 0.4% di bulan April dari bulan sebelumnya, memperkuat pandangan bahwa pemulihan ekonomi Inggris masih berada di jalur yang benar.

Indeks saham utama di Wall Street menguat di akhir sesi perdagangan dan ditutup naik tipis karena investor mulai khawatir mengenai valuasi harga saham setelah indeks beberapa kali memecahkan rekor level penutupan tertinggi.

Banyak pihak menilai pasar saham sudah mencapai titik jenuh beli (overbought) sehingga penurunan (pullback) dalam jangka pendek akan segera terjadi.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika dan Eropa ditutup mix dan hanya mengalami sedikit perubahan. Masih liburnya perbankan di beberapa negara Eropa dalam rangka memperingati hari raya Pentakosta, serta minimnya sentimen dari rilis data ekonomi menjadi penyebab terbatasnya pergerakan pasar. Sementara itu, pertumbuhan inflasi (CPI) China kemarin tercatat di atas estimasi, namun belum melewati target dari People Bank of China sehingga bisa dikatakan relatif aman. Dari dalam negeri, BI diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga di level 7.5%. Kenaikan inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, serta potensi penurunan daya beli masyarakat yang dikhawatirkan dapat menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi adalah faktor-faktor yang menjadi pertimbangan untuk menetapkan kebijakan moneter Bank Indonesia.

Secara teknikal IHSG bergerak rebound kembali diatas level 4900 dan bullish trend jangka menengah. Indikator stochastic yang bergerak konsolidasi berpeluang menguat karena indikator RSI yang memperlihatkan signal bullish momentum meskipun terbatas. IHSG sendiri 2 minggu ini bergerak sideways dan berada pada area middle bollinger bands. Diperkirakan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat dengan range pergerakan 4882-4970.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top