Indeks saham di Asia memulai minggu perdagangan dengan kenaikan menyusul rilis data ekonomi dari dua ekonomi terbesar di Asia.

Ekspor China tumbuh lebih cepat di bulan Mei karena membaiknya permintaan global, namun penurunantak terduga pada impor memberi sinyalpermintaan domestik yang semakin lemah dapat terus memberi tekanan pada pertumbuhan ekonomi China.

Ekspor tumbuh 7% (Y/Y) di bulan Mei, lebih cepat dari pertumbuhan April yang sebesar 0.9% (Y/Y), sementara impor turun 1.6% dibanding kenaikan 0.6% di bulan April. Surplus neraca perdagangan China melebar tajam menjadi $35.9 miliar di bulan Mei dari $18.5 miliar di bulan April.

Pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2014 Jepang di revisi ke atas, indikasi ekonomi negara itu berada dalam kondisi yang lebih baik dari yang di antisipasi pasar dalam menanggung dampak dari kenaikan pajak penjualan.

Ekonomi Jepang tumbuh 1.6% di periode Januari-Maret dari kuartal sebelumnya, lebih tinggi dari perhitungan awal 1.5%, di dorong oleh pertumbuhan belanja modal korporasi.

Bergerak melawan arus pergerakan indeks regional, IHSG turun 52.1 poin (-1.06%) ke level 4885.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 anjlok 10.1 poin (-1.21%) ke level 823.6.

Indeks saham di Eropa menguat dipimpin oleh saham sekotr perbankan dan pertambangan, mengikuti pergerakan indeks saham di AS yang bergerak mendekati level tertinggi barunya. Perdaagangan berlangsung cukup sepi karena bursa di Perancis dan jerman yang tutup memperingati hari libur nasional.

Indeks saham utama di Wall Street mencatatkan kenaikan tipis, dengan indeks S&P 500 dan DJIA kembali mencetak level penutupan tertinggi terbaru, karena investor mempertimbangkan secara mendalam kekuatan ekonomi AS dan langkah kebijakan yang diambil oleh Federal Reserve seiring tidak adanya rilis data ekonomi di As kemarin.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Pernyataan Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya akan mencapai 5,15% dikarenakan pertumbuhan ekonomi global yang melambat, defisit anggaran, dan pemotongan belanja negara, diprediksi akan memberikan sentimen negatif bagi IHSG. Sedangkan dari luar negeri, pasar Amerika dan Eropa ditutup naik. Sentimen pelaku pasar masih dipengaruhi optimisme pertumbuhan ekonomi Amerika, dimana pasar tenaga kerja menunjukkan hasil yang membaik pekan lalu. Selain itu, Trade Balance China yang positif dan keputusan ECB untuk menurunkan suku bunga juga semakin menguatkan optimisme investor global. Data pertumbuhan inflasi (CPI) China yang akan dirilis hari ini dan Unemployment Claims Amerika pada hari Kamis masih dapat menjadi perhatian investor sepanjang pekan ini.

Secara teknikal IHSG membentuk bearish trend / Downtrend jangka pendek dan IHSG sendiri telah break out bullish trend line jangka menengahnya namun masih tertahan oleh support MA50 dilevel 4877. Indikasi cukup negatif bila IHSG tidak mampu berbalik/rebound pada support MA50 tersebut. Indikator Stochastic terkonsolidasi diarea moderate dengan momentum yang bearish dari indikator RSI. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed mencoba kembali break out resistance 4900. range pergerakan IHSG akan berada pada kisaran 4844-4909.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top