Indeks saham di Asia melemah, tersandera oleh ekspektasi besar bahwa bank sentral Eropa (ECB) akhirnya, setelah berbulan bulan, mengakhiri ketidakpastian dengan kembali melonggarkan kebijakan.Pakar ekonomi meramalkan ECB, di akhir pertemuan kebijakannya Kamis malam, akan menurunkan suku bunga Refinancing Rate sebesar 15 basis poin menjadi 0.1% dan Deposit Rate menjadi -0.10% dari 0%.
Memberlakukan Deposit rate negatif sama artinya dengan memungut perbankan biaya untuk memarkir dananya di bank sentral, sebuah langkah yang mungkin bisa mendorong perbankan untuk lebih memilih meminjamkan dana itu dalam bentuk pinjaman (kredit).
ECB juga diprediksi akan meluncurkan operasi refinancing yang bertujuan untuk membiayai UKM di seantero Uni Eropa, namun tidaak akan menyamai kebijakan Quantitative Easing yang dilakukan oleh bank sentral di AS, Inggris dan Jepang.
IHSG merangkak naik 3 poin (0.06%) ke level 4935.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 ditutup hampir tidak berubah dan bertahan di level 832. Investor asing menarik IDR62.1 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa menguat karena investor mencerna serangkaian paket stimulus yang dumumkan oleh bank sentral Eropa (ECB) untuk menghentikan laju deflasi dan menggairahkan kembali ekonomi.
ECB menurunkan suku bunga Refinancing rate menjadi 0.1% dari 0.25% dan suku bunga Deposit Facility menjadi -0.1% dari 0%. Sementara suku bunga Marginal Lending Facility turun menjadi 0.40% dari 0.75%.
Indeks saham utama di Wall Street ditutup pada level tertinggi, dimana indeks S&P 500 dan DJIA mencapai level yang belum pernaj di sentuh sebelumnya, setelah ECB bertindak memerangi delasi dan karena investor ,enantikan rilsi data penting Non-Farm Payrolls AS Jumat malam.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika dan Eropa ditutup naik setelah ECB menurunkan suku bunga, sebagai komitmen untuk menghindari terus terjadinya deflasi, dan menaikkan pertumbuhan ekonomi kawasan Uni Eropa. Mario Draghi sebagai Presiden ECB juga mengumumkan adanya paket stimulus berupa pembelian surat berharga berjamin aset. Data Unemployment Claims Amerika yang dirilis kemarin menunjukkan angka yang tidak jauh dari estimasi. Data Non Farm Payroll hari ini diharapkan dapat menentukan arah pergerakan pasar ke depannya terutama menyambut pertemuan FOMC pada 18 Juni mendatang. Dari dalam negeri, sejumlah ekonom berpendapat bahwa kenaikan cadangan devisa pada bulan Mei masih patut diwaspadai karena sebagian besar masih terdiri dari capital inflow investasi, sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan guncangan apabila ditarik secara mendadak karena sesuatu sebab. Sementara Bank Indonesia (BI) memproyeksikan masih akan terjadi defisit pada transaksi berjalan di kuartal kedua tahun ini namun masih dibawah US$10 milar.
Secara teknikal terus bergerak sideways terkonsolidasi. Stochastic masih bergerak bullish namun berada datar di area moderate dengan momentum RSI yang juga mendatar di osilator tengah sekitar 53.14. Indikator MACD yang mulai berbalik arah dengan histogram yang terus mengalami penguatan. IHSG sendiri masih berada di area middle bollinger bands. Diprediksikan IHSG akan bergerak kembali mixed cenderung menguat dengan range pergerakan 1912 - 5000. Saham - saham yang mulai dapat diperhatikan antara lain EXCL, PGAS, TOTL, ASII, CPIN.
0 comments:
Post a Comment