Indeks saham di Asia bergerak mixed seiring meningkatnya tingkat kewaspadaan investor menjelang rilis data ekonomi penting minggu ini.Perhatian akan tertuju pada pertemuan bank sentral Eropa (ECB) hari Kamis ini. Data yang di rilis hari Selasa memperlihatkan laju inflasi bulan Mei zona Euro turun ke tingkat terendah dalam 4 tahun, yang menurut para pakar menjadi pemicu terakhir bagi ECB untuk meluncurkan langkah stimulus baru.
Rilis data Non-Fram Payrolls AS hari Jumat nanti juga menjadi fokus perhatian investor. Pengamat memperkirakan 218,000 kesempatan kerja baru tercipta di bulan Mei, lebih rendah dari pencapaian bulan April yang sebesar 288,000.
Ekonomi Australia tumbuh 33.5% (Y/Y) di Kuartal I 2014, tercepat dalam hampir 2 tahun. Pertumbuhan pesat ini menyusul ekspansi 2.8% (Y/Y) di Kuartal IV 2013 dan lebih tinggi dari estimasi analis yang hanya 3.3%.
IHSG turun tipis 9.6 poin (-0.19%) ke level 4932.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menciut 3.2 poin (-0.38%) ke level 832.1. Investor asing justru mengguyur IDR908.2 miliar ke dalam pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa menguat tipis setelah perhitungan akhir data Services PMI zona Euro mengkonfirmasi pertumbuhan di sektor itu, namun masih lebih rendah dari ekspektasi. Investor juga tetap waspada menjelang pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) malam ini.
Penurunan suku bunga acuan, pemberian pinjaman murah kepada sektor perbankan atau bahkan program pembelian aset seperti yang dilakukan Federal Reserve semuanya bisa saja di lakukan ECB. Oleh karena itu investor mempersiapkan diri bagi setiap kemungkinan.
Indeks saham utama di Wall Street menguat cukup signifikan setelah data ISM Non-Manufacturing Index AS di bulan Mei tumbuh lebih cepat dari perkiraan, mengimbangi data ADP Employment Change yang melaporkan penciptaan lapangan kerja di sektor swasta tidak sebaik yang diprediksi. Selain itu, kekecewaan juga datang dari data neraca perdagangan AS yang mencatatkan defisit terbesar dalam 2 tahun di bulan April.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika ditutup naik setelah publikasi dari Beige Book The Fed yang menyatakan bahwa mayoritas negara bagian dengan perekonomian terbesar di Amerika masih mengalami pertumbuhan ke arah ekspansi. Investor kini menantikan pertemuan FOMC pada 18 Juni mendatang. Pasar Eropa ditutup mix karena investor yang masih cenderung menunggu keputusan suku bunga dan pernyataan ECB hari ini. Data Unemployment Claims Amerika dan pidato dari beberapa anggota FOMC hari ini dapat juga menjadi perhatian investor menyambut publikasi data Non Farm Payroll besok. Dari dalam negeri, beberapa pengamat ekonomi sudah mulai menyarankan penurunan BI Rate untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun ancaman inflasi menjelang Lebaran juga masih harus dicermati. Belum ada kepastian mengenai kenaikan tarif listrik untuk golongan industri besar dan rumah tangga karna masih harus menunggu keputusan DPR.
Secara teknikal IHSG terkonsolidasi kembali namun Indikator Stochastic yang terlihat golden-cross di dekat area oversold dengan momentum RSI yang flat di area moderate. IHSG sendiri hampir keluar dari middle lower bollinger bands. Diprediksikan IHSG masih akan bergerak mixed cenderung menguat dengan range pergerakan 4910 - 4985.
0 comments:
Post a Comment