Mayoritas indeks saham di Asia melemah, namun indeks saham di Jepang masih memperpanjang pergerakan naik didorong olehn pelemahan nilai tukar JPY.

IHSG turun tipis 9.1 poin (-0.18%) ke level 4963.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terpaangkas 2 poin (-0.23%) ke level 845.7. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR62.7 miliar.

Indeks saham di Eropa menguat setelah data memperlihatkan permintaan atas barang barang tahan lama (Durable Goods Orders) AS mencatatkan pertumbuhan yang melebihi estimasi.

Belgia, negara zona Euro pertama yang merilis data inflasi bulan Mei mengatakan Indeks Harga Konsumen turun ke tingkat terendah dalam lebih dari 4 tahun, dengan tingkat inflasi sebesar 0.36%.

Partai partai politik yang anti Uni Eropa memperoleh peningkatan suara yang significant dalam Pemilihan parlemen Eropa yang berakhir hari Minggu kemarin, refleksi dari rasa frustasi pemilih terhadap pengetatan anggaran dan minimnya pertumbuhan ekonomi.

Partai politik anti Uni Eropa memperoleh suara terbanyak di Perancis sementara hasil quick count di Inggris, Yunani dan Denmark juga memberi indikasi yang sama. Secara keseluruhan, partai politik berhaluan tengah dan pro Eropa diperkirakan akan mempertahankan mayoritas 761 kursi di parlemen Eropa.

Indeks saham utama di Wall Street berakhir naik dan mendorong indeks S&P 500 tutup di level tertinggi selama 2 hari beruntun. Investor menyambut gembira data data ekonomi yang keluar positif.

Data Durable Goods Orders secara tak terduga tumbuh 0.8% di bulan April, di dorong oleh peningkatan permintaan peralatan militer. Data Home Price Index di bulan Maret naik untuk pertama kali dalam 5 bulan. Data Consumer Confidence Index naik tipis di bulan Mei, sesuai ekspektasi.

Pasar Amerika ditutup naik kemarin setelah libur pada hari Senin memperingati Memorial Day. Sementara pasar Eropa juga menguat setelah Presiden ECB Mario Draghi pada hari Senin mengisyaratkan kesiapan untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan ECB pekan depan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan inflasi di kawasan Uni Eropa. Consumer Confidence Amerika mencatatkan kenaikan dari periode sebelumnya, meskipun masih dibawah estimasi. Data Preliminary GDP Amerika besok, dan Indeks Manufaktur China pada akhir pekan dapat menjadi perhatian investor sepanjang pekan ini. Penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas produk pertanian yang dikenakan Bea Keluar (BK) patut dicermati oleh investor, khususnya untuk komoditas minyak kelapa sawit. Sementara Pemerintah melalui Kementrian Keuangan optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan mencapai 5,5%.

Secara teknikal IHSG kembali bergerak consolidasi tidak mampu lagi break out resistance 5000. Indikator RSI memberikan signal bearish momentum potential di osilator overbought sedangkan Indikator Stochastic yang tetap bergerak bullish dari area moderate. Volatility IHSG dari Indikator Bollinger bands telah mencapai middle upper band masih ada peluang untuk menguat namun terbatas. IHSG sedang bergerak membentuk corrections wave B. Diprediksikan IHSG masih akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 4923 - 5000.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top