Indeks saham di Asia naik karena investor menyambut baik tanda tanda perbaikan pada data ekonomi AS, terutama data Flash PMI Manufacturing Index dan Existing Home Sales. Namun demikian, risiko geopolitik di  Thailand dan Ukrania tetap menjadi perhatian investor.

Pasar hanya sedikit terganggu oleh berita bahwa militer Thailand telah mengambil alih kekuasaan dalam sebuah kudeta tidak berdarah pada Kamis malam, mengantarkan negara itu ke dalam masa ketidakpastian seiring dengan tidak adanya tanda tanda penyelesaian dari krisis politik yang berkepanjangan.

Sementara itu, Pemilihan Presiden di Ukrania pada hari Minggu juga dipandang sebagai salah satu perkebangan yang berpotensi mengikis risk appettite. AS dan Uni Eropa berharap Pemilihan Presiden ini dapat memperkuat Pemerintah Pusat Ukrania.

IHSG merangkak naik 3.2 poin (0.06%) ke level 4973.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 berakhir hampir tidak berubah dan bertahan pada level 847. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing jatuh 58.5 poin (-1.16%) dan 11.2 poin (-1.30%). Investor asing Jumat lalu membukukan Net Buy sebesar IDR328.4 miliar, memperbesar total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR3,59 triliun.

Bergerak sideway sepanjang sesi perdagangan, indeks saham di Eropa ditutup naik tipis karena ruang untuk naik lebih tinggi dibatasi oleh pelemahan data Ifo Business Climate Index Jerman yang memicu investor menimbang kemungkinan bank sentral Eropa (ECB) mengambil tindakan.

Sementara itu revisi data memperlihatkan GDP Kuartal I Jerman tumbuh 0.8% (q-t-q), sesuai ekspektasi. Penjualan ritel di Italia menciut 0.2% di bulan Maret karena permintaan konsumen masih mengalami stagnasi.

Setelah 3 hari verubtun bergerak naik, indeks saham utama di Wall Street mencatatkan kenaikan mingguan yang solid dan menagntarkan indeks S&P 500 tutup di atas level 1.900 untuk pertama kali seiring melonjaknya harga saham Hewlett-Packard dan setelah data penjualan rumah baru di bulan April melebihi ekspektasi. 

Pasar Eropa ditutup mix cenderung naik, sementara pasar Amerika ditutup naik kemarin. Penjualan rumah baru Amerika mencatatkan kenaikan dari periode sebelumnya, dan juga diatas estimasi. Hasil pemilu Uni Eropa dimana kubu oposisi cukup mendominasi, menunjukkan akan terjadinya perubahan paradigma dalam pembentukan undang-undang kawasan ini ke depannya.

Data Preliminary GDP Amerika pada hari Kamis, dan Indeks Manufaktur China pada akhir pekan dapat menjadi perhatian investor sepanjang pekan ini.

Berkurangnya hari perdagangan pekan ini karena terdapat beberapa hari libur nasional diperkirakan dapat mengurangi volume transaksi. Investor patut waspada adanya spekulasi beberapa pelaku pasar yang memanfaatkan sepinya transaksi. Secara Ytd, investor asing masih mencatatkan net buy Rp41,8 triliun, yang merupakan jumlah yang cukup tinggi untuk menopang IHSG menjadi top gainer kedua di dunia setelah India.

Secara Teknikal IHSG akan menguji resistance kuat di level 5000 dan membentuk corrections wave B. Indikator Stochastic yang memberikan signal positif setelah terjadinya golden-cross di area oversold. Meskipun demikian penguatan IHSG akan terbatas melihat momentum dari RSI yang consolidasi di area moderate. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat dengan range pergerakan 4920-5000.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top