Mayoritas indeks saham di Asia menguat menyusul rilis data HSBC Manufacturing PMI Cina dan persuasi Federal Reserve bahwa suku bunga belum akan naik dalam waktu dekat. Perhitungan awal (Flash) data HSBC Manufacturing PMI bulan Mei China berada di level 49.7, tertinggi dalam 5 bulan, lebih tinggi dari perhitungan akhir data bulan April, 48.1, namun dibawah perhitungan akhir data PMI bulan April resmi Pemerintah China yang berada di level 50.4.
Menurut risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) tanggal 29-30 April lalu, ekonomi AS bulan lalu memperlihatkan tanda akselerasi dan pasar tenaga kerja AS memperlihatkan perbaikan.
The Fed mengurangi program bulanan pembelian aset menjadi $45 miliar, pemangkasan $10 miliar selama 4 bulan beruntun dan mengatakan pengurangan secara terukur akan terus dilakukan. The Fed mempertegas bahwa target suku bunga hampir 0% akan tetap dipertahankan setelah program pembelian obligasi berakhir.
IHSG lompat 59.6 poin (1.21%) ke level 4969.9 dengan Market Breadth yang cukup positif karena jumlah saham naik melebihi dua kali lipat jumlah saham turun. Sementara itu, indeks saham Blue Chip LQ-45 terbang 12.2 poin (1.46%) ke level 847.5. Investor asing melakukan Net Buy sebesar IDR373.3 miliar.
Indeks saham di Eropa menguat tipis menyusul data aktifitas sektor Manufaktur dan Jasa yang keluar beragam (mixed). Perhitungan awal (flash) data PMI untuk sektor Manufacturing dan Services Perancis di bulan Mei mengalami kontraksi (< 50) dengan turun ke level 49.3 dari level 50.6.
Namun, data PMI Jerman berhasil menyamai angka bulan sebelumhya. Data PMI untuk zona Euro juga hampir sama dengan bulan sebelumnya.
Indeks saham utama di Wall Street menguat cukup besar, dipimpin oleh saham saham berkapitalisasi kecil (small cap) dan saham saham yang mempunyai pertumbuhan tinggi (growth stocks). Investor tampak mengabaikan pelemahan data ekonomi, termasuk data Initial Jobless Claims dan Existing Home Sales.
Pasar Eropa ditutup mix sementara pasar Amerika ditutup naik kemarin. Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh antara lain adanya rencana The Fed untuk menahan kenaikan suku bunga, dan pemilu parlemen Uni Eropa. Flash Manufacturing Index China versi HSBC dan Flash Manufacturing PMI Amerika menunjukkan kenaikan dari periode sebelumnya, dan juga diatas estimasi. Data penjualan rumah baru Amerika pada akhir pekan ini juga masih patut menjadi perhatian investor. Konsumsi pangan yang meningkat menjelang puasa dan Idul Fitri diperkirakan dapat meningkatkan inflasi. Presiden SBY baru saja mengeluarkan Inpres mengenai pemangkasan anggaran beberapa Kementrian dan Lembaga Negara, dimana Kementrian Pekerjaan Umum mendapat pemotongan anggaran yang cukup besar, mencapai 27% dari anggaran semula.
Secara teknikal IHSG mengkonfirmasi signal rebound dengan momentum RSI yang berbalik bullish meskipun masih berada pada area moderate. Indikator Stochastic yang terlihat jenuh jual diarea oversold sehingga mengindikasikan golden-cross. corrections wave A telah terbentuk dan index mencoba membuat corrections wave B hingga target ideal dikisaran 5008. Diprediksikan IHSG akan melanjutkan penguatannya dan menguji kembali resistance 5000 dengan range pergerakan berada pada kisaran 4920-5000.
0 comments:
Post a Comment