Mayoritas indeks saham di Asia menguat, namun suasana perdagangan dibayangi tingkat kewaspadaan yang tinggi ditengah perkembangan yang terjadi di Thailand dan seiring dengan di mulainya pertemuan kebijakan Bank Of Japan (BOJ).

Angkatan Darat Thailand mendeklarasikan keadaan darrat militer di Bangkok untuk menjaga keamanan, namun petingg militer menegaskan bahwa langkah ini tidak bisa dikategorikan sebagai kudeta.

Sementara itu, bank sentral Jepang (BOJ) diyakini akan mempertahankan kebijakan moneter. Pelaku pasar akan fokus pada konferensi pers gubernur Haruhiko Kuroda guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.

Dalam rilis transkrip pertemuan kebijakannya  6 Mei lalu, bank sentral Australia (RBA) memberi sinyal saat ini masih akan mempertahanakan suku bunga acuan di tingkat yang super rendah seiring terkontrolnya laju inflasi dan penyesuaian yang dilakukan oleh ekonomi negara itu terhadap lesunya investasi di sektor pertambangan.

IHSG anjlok 119 poin (-2.37%) ke level 4896 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 jatuh 25 poin (-0.17%) ke level 832.4. Namun, investor asing terus menyuntikkan dana segar ke dalam pasar saham domestik, kali ini IDR508.7 miliar.

Kesulitan menentukan arah, indeks saham di Eropa akhirnya ditutup turun tipis karena investor masih bersikap waspada terhadap valuasi saham, kemungkinan aksi kebijakan dari bank sentral Eropa (ECB) serta Pemilu di beberapa negara Eropa.

Inflasi tahunan Inggris tumbuh 1.8% di bulan April dari 1.6% pada bulan sebelumnya. Namun hal ini tidak akan membuat bank Of England panik.

Indeks saham utama di AS turun tajam setelah seorang pejabat Federal Reserve mengatakan kenaikan suku bunga akan tejadi lebih cepat dari perkiraan. Laporan keuangan kuartalan dari Staples dan beberapa perusahaan ritel besar lainnya juga turut menyumbangkan sentimen negatif.

Pasar Eropa dan Amerika ditutup turun kemarin, setelah beberapa pejabat The Fed menyatakan bahwa kenaikan suku bunga mungkin akan dilakukan lebih cepat. Pembacaan FOMC Minutes dan rilis data Flash Manufacturing Index China versi HSBC hari ini masih dapat menjadi perhatian investor. Kementrian BUMN akan mendorong supaya BUMN Indonesia dapat bersaing secara internasional dengan berekspansi lintas negara, setelah suksesnya Semen Indonesia memasuki pasar Vietnam.

Secara teknikal IHSG tutup tepat pada support bullish trend di level 4895. Indikator Stochastic yang mengkonfirmasi dead-cross menjadi pergerakan bearish dari area overbought dan Indikator RSI yang dead-cross dengan MA7 dari momentumnnya sehingga memberikan signal bearish momentum yang cukup kuat. IHSG sendiri sedang membentuk corrections wave pertama setelah melengkapi motive wave hingga 5. Target corrections wave sendiri berada pada kisaran 4920 dan 4820. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 4820-4920.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top