Indeks saham di Asia turun, dipimpin oleh indeks saham di China dan Australia seiring dengan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi China mengalahkan sentimen positif dari kenaikan indeks saham di Wall Street hari Jumat lalu.
Data yang dirilis akhir pekan lalu memperlihatkan tekanan yang semakin besar atas pasar properti China. Harga properti naik 6.7% (Y/Y) di bulan April, melambat dari pertumbuhan 7.7% (Y/Y) di bulan sebelumnya.
Selain itu, Beijing hari Jumat lalu mengumumkan regulasi baru berkaitan dengan pinjaman antarbank sebagai usaha untuk membasmi praktik Shadow Banking.
Data Core Macinery Orders bulan Maret melonjak 19.1% dari bulan sebelumnya, tanda bahwa pelaku usaha di Jepan memandangn bahwa investasi usaha akan semakin menggeliat.
IHSG terpangkas 16.6 poin (-0.33%) ke level 5015 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 mundur 1.5 poin (-0.17%) ke level 857.4. Namun, investor asing terus menyuntikkan dana segar ke dalam pasar saham domestik, kali ini IDR2,42 triliun.
Indeks saham di Eropa berakhir mixed karena pelaku pasar menjauhi aset berisiko tinggi di tengah kekhawatiran atas valuasi saham, langkah yang akan di ambil bank sentral Eropa (ECB) dan Pemilu yang akan berlangsung di benua itu.
Saham sektor pertambangan juga berguguran dipicu oleh semakin banyaknya tanda perlambatan pada pasar properti di China.
Indeks saham utama di AS naik tipis setelah bergerak datar (sideway) sepanjang sesi perdagangan karena investor bersikap hati hati ditengah data ekonomi yang keluar beragam (mixed). Indeks NASDAQ rally di dorong oleh kinerja saham saham Internet.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank San Francisco John Williams mengatakan the Fed sedang bergerak menuju pada normalisasi kebijakan moneter AS dan bersiap menaikkan suku bunga acuan mulai tahun depan.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini. Bergabungnya Golkar ke kubu Prabowo-Hatta membuat IHSG terkoreksi akibat aksi profit taking pada perdagangan kemarin, karena kini kedua kandidat capres-cawapres (Jokowi-JK vs Prabowo-Hatta) dinilai sama-sama kuat dalam pemilu yang akan datang dan diprediksi pemilu hanya akan terjadi dalam satu putaran saja. Sementara dari luar negeri, Pasar Amerika ditutup naik, sementara Eropa ditutup mixed cenderung naik kemarin. Tidak ada data ekonomi yang signifikan mempengaruhi sentimen pasar kemarin, namun hari ini perlu dicermati pidato dari beberapa anggota FOMC yang berasal dari negara bagian New York dan Philadelphia, yang merupakan negara bagian dengan perekonomian terbesar di Amerika. Data yang perlu dicermati investor pekan ini, yaitu Indeks Manufaktur China versi HSBC yang akan rilis besok dan penjualan rumah Amerika pada akhir pekan.
Secara teknikal IHSG membentuk pola 2 days reversal pattern. Indikator Stochastic dead-cross di area overbought dengan momentum dari indikator RSI yang memberikan signal bearish momentum. Indikator MACD yang bergerak menjenuh dengan diiringi penurunan Histogram ke area negatif. IHSG juga telah mencapai target ideal dari motif wave 5 dilevel 4070 maka IHSG berpeluang besar membentuk corrections wave A dengan target koreksi hingga 4923 yang merupakan support dari bullish trend line. Diprediksikan IHSG akan bergerak kembali terkoreksi pada range pergerakan 4940-5020.
Data yang dirilis akhir pekan lalu memperlihatkan tekanan yang semakin besar atas pasar properti China. Harga properti naik 6.7% (Y/Y) di bulan April, melambat dari pertumbuhan 7.7% (Y/Y) di bulan sebelumnya.
Selain itu, Beijing hari Jumat lalu mengumumkan regulasi baru berkaitan dengan pinjaman antarbank sebagai usaha untuk membasmi praktik Shadow Banking.
Data Core Macinery Orders bulan Maret melonjak 19.1% dari bulan sebelumnya, tanda bahwa pelaku usaha di Jepan memandangn bahwa investasi usaha akan semakin menggeliat.
IHSG terpangkas 16.6 poin (-0.33%) ke level 5015 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 mundur 1.5 poin (-0.17%) ke level 857.4. Namun, investor asing terus menyuntikkan dana segar ke dalam pasar saham domestik, kali ini IDR2,42 triliun.
Indeks saham di Eropa berakhir mixed karena pelaku pasar menjauhi aset berisiko tinggi di tengah kekhawatiran atas valuasi saham, langkah yang akan di ambil bank sentral Eropa (ECB) dan Pemilu yang akan berlangsung di benua itu.
Saham sektor pertambangan juga berguguran dipicu oleh semakin banyaknya tanda perlambatan pada pasar properti di China.
Indeks saham utama di AS naik tipis setelah bergerak datar (sideway) sepanjang sesi perdagangan karena investor bersikap hati hati ditengah data ekonomi yang keluar beragam (mixed). Indeks NASDAQ rally di dorong oleh kinerja saham saham Internet.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank San Francisco John Williams mengatakan the Fed sedang bergerak menuju pada normalisasi kebijakan moneter AS dan bersiap menaikkan suku bunga acuan mulai tahun depan.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini. Bergabungnya Golkar ke kubu Prabowo-Hatta membuat IHSG terkoreksi akibat aksi profit taking pada perdagangan kemarin, karena kini kedua kandidat capres-cawapres (Jokowi-JK vs Prabowo-Hatta) dinilai sama-sama kuat dalam pemilu yang akan datang dan diprediksi pemilu hanya akan terjadi dalam satu putaran saja. Sementara dari luar negeri, Pasar Amerika ditutup naik, sementara Eropa ditutup mixed cenderung naik kemarin. Tidak ada data ekonomi yang signifikan mempengaruhi sentimen pasar kemarin, namun hari ini perlu dicermati pidato dari beberapa anggota FOMC yang berasal dari negara bagian New York dan Philadelphia, yang merupakan negara bagian dengan perekonomian terbesar di Amerika. Data yang perlu dicermati investor pekan ini, yaitu Indeks Manufaktur China versi HSBC yang akan rilis besok dan penjualan rumah Amerika pada akhir pekan.
Secara teknikal IHSG membentuk pola 2 days reversal pattern. Indikator Stochastic dead-cross di area overbought dengan momentum dari indikator RSI yang memberikan signal bearish momentum. Indikator MACD yang bergerak menjenuh dengan diiringi penurunan Histogram ke area negatif. IHSG juga telah mencapai target ideal dari motif wave 5 dilevel 4070 maka IHSG berpeluang besar membentuk corrections wave A dengan target koreksi hingga 4923 yang merupakan support dari bullish trend line. Diprediksikan IHSG akan bergerak kembali terkoreksi pada range pergerakan 4940-5020.

0 comments:
Post a Comment