Meenyusul aksi jual yang menerpa indeks saham global, indeks saham di Asia berada di bawah tekanan, dengan indeks Nikkei 225 tergelincir akibat kenaikan nilai tukar USD/JPY seiring dengan penurunan imbal hasil obligasi Pemerintah AS (US Treasury) belakangan ini.Indeks saham di India lebih baik dari indeks regional setelah perhitungan awal menegaskan pemimpin oposisi Narendra Modi sebagai PM baru.
China di bulan April menarik $8.7 miliar Penanaman Langsung Modal Asing atau FDI (Foreign Direct Investment), tumbuh 3.4% (Y/Y). Angka ini turun dari pencapaian bulan Maret yang sebesar $12.24 miliar yang setara dengan pertumbuhan -1.47% dari tahun sebelumnya.
FDI selama periode Januari-April tumbuh 5.0% menjadi $40.3 miliar. Penanaman Modal Asing diluar sektor finansial turun 12.9% dalam 4 bulan pertama tahun ini menjadi $25.7 miliar.
IHSG naik 39.9 poin (0.80%) ke level 5031.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 lompat 10.3 poin (1.21%) ke level 858.9. Secara mingguan, IHSG dan LQ045 masing masing mencatatkan kenaikan fantastis 133.4 poin (2.72%) dan 31.7 poin (3.83%). Investor asing Jumat lalu menyuntikkan IDR2,1 triliun ke dalam pasar saham domestik, menambah Net Buy asing untuk minggu lalu menjadi IDR3,78 triliun.
Indeks saham di Eropa mencatatkan kenaikan tipis karena investor mencerna data ekonomi AS yang keluar beragam (mixed) serta perkembangan terakhir di Ukrania.
Data ekonomi AS memperlihatkan pembangunan rumah baru melonjak di bulan April sementara Consumer Sentiment Index yang dikeluarkan oleh University Of Michigan mencatatkan penurunan yang tak terduga di bulan Mei.
Indeks saham utama di AS berbalik arah di saat saat terakhir sesi perdagangan dan ditutup menguat. Para pengamat berpendapat pergerakan seperti ini di dorong oleh strategi beli setelah terjadi penurunan yang cukup dalam (buy the dips) yang telah menjadi tema utama dalam beberapa bulan terakhir ini.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen global juga cenderung mixed, Wall Street ditutup naik setelah positifnya data Building Permits yang tercatat diatas estimasi, meskipun Consumer Sentiment masih dibawah estimasi. Sementara itu, bursa Eropa ditutup mix cenderung naik, karena adanya kekhawatiran akan rendahnya pertumbuhan ekonomi, dan rendahnya inflasi di kawasan ini. Data yang perlu dicermati investor pekan ini yaitu, Indeks Manufaktur China versi HSBC dan penjualan rumah Amerika pada akhir pekan. Sedangkan dari dalam negeri, Jokowi-JK diprediksi akan maju sebagai pasangan capres-cawapres. Hal ini menurut kami berpotensi membuat IHSG melanjutkan rallynya, karena JK dinilai banyak kalangan akan pro-market.
Secara teknikal sendiri IHSG Break out resistance di level 5000 dengan momentum RSI yang sangat tinggi berada pada area overbought. Pergerakan dari Indikator Stochastic pun menjenuh di area overbought. IHSG sedang membentuk motif wave baru yaitu Wave 5 dengan ketinggian ideal dilevel 5070. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung diwarnai aksi profit taking dengan range pergerakan 4986-5050.
0 comments:
Post a Comment