Indeks saham di Asia  secara hati hati menguat, meskipun penguatan lebih lanjut dibatasi oleh kemungkinan eskalasi pada konflik sipsil Ukrania setelah pemberontak anti Kiev mendeklarasikan menang refrendum.

Harapan atas reformasi pasar modal mendongkrak kinerja indeks saham China sementara indeks saham utama India melonjak ke level tertinggi dodorong oleh prospek pihak pemenang Pemilu India akan lebih ramah terhadap pasar dan dunia usaha. 

Di kota Donetsk yang terletak di Timur Ukrania, penyelenggara Pemilu mengatakan 89% penduduk memilih berpisah dari Ukrania. Namun belum jelas apakah perpisahan ini berujung pada kemerdekaan atau bergabung ke dalam Federasi Rusia.

Masalah di Thailand dan Vietnam juga menjadi fokus. Di Bangkok, Pemerintah mendesak para pendukungnya untuk menjauhi lokasi demonstrasi pada saat Senat melaksanakan Sidang istimewa untuk menentukan krisis politik yang berkepanjangan di negara itu. Sementara itu, ratusan orang berdemonstrasi di Vietnam hari Minggu lalu untuk memprotes aksi pengeboran minyak oleh China di Laut China Selatan.

IHSG menguat 37.2 poin (0.77%) ke level 4898.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 5.6 poin (0.68%) ke level 827.2. Investor asing menyuntikkan IDR351.9 miliar ke dalam pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa menguat dengan minat brli yang besar terlihat pada saham saham sektor pertambangan. 

Anjlok 2.3%, indeks saham Yunani bergerak berlawanan arah denga indeks regional. Pelaku pasar memperkirakan penurunan ini didorong oleh ketidakpastian hasil Pemilu di Yunani, dengan partai berhaluan kiri Syriza terlihat masih memimpin di berbagai survei.

Indeks saham utama di AS naik, mengerek indeks S&P 500 dan DJIA ke level penutupan tertinggi seiring melonjaknya harga saham sektor teknologi dan berbagai aktifitas M&A yang membuat Wall Street memandang prospek ekonomi lebih cerah.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah dan berpotensi dibayangi oleh aksi profit taking. Pasar Amerika dan Eropa ditutup naik kemarin setelah China mengumumkan rencana reformasi pasar yang dipercaya dapat menaikkan likuiditas. Termasuk dalam kebijakan ini antara lain lebih terbukanya pasar saham dan obligasi, serta kemudahan bagi kepemilikan asing pada perusahaan China. Hal ini diyakini dapat semakin meningkatkan iklim investasi. Dari Eropa, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi kemungkinan tetap akan melonggarkan kebijakan moneter. Sementara itu, Yunani sedang dilanda kekhawatiran menyambut pemilu, dimana partai oposisi saat ini sedang dominan memimpin polling.
Dari dalam negeri, tenggat waktu pendaftaran capres-cawapres pada 18-20 Mei mendatang masih menjadi agenda yang ditunggu para pelaku pasar, yang akan menentukan stabilitas politik ke depannya. 

Secara teknikal IHSG break out resistance 4900 dan membentuk pola candle bearish gavestone doji yang merupakan suatu signal fase distribusi atau ambil untung. Indikator Stochastic bergerak menjenuh di area overbought berpotensi dead cross bila pada perdagangan hari selasa terjadi koreksi. Momentum IHSG sendiri dari indikator William %R dan RSI telah berada pada area overbought. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah diwarnai aksi ambil untung dengan range pergerakan 4860-4930.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top