Mayoritas indeks saham di Asia turun karena situasi tegang di Ukrania membuat investor bersikap waspada sekaligus menyikapi pelemahan data inflasi China dengan bijak, meskipun ini memberi implikasi lesunya permintaan di negara raksasa ekonomi di Asia itu.

Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) tumbuh 1.8% (Y/Y) di bulan April sementara Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) turun 2.0%. Walaupun sejalan dengan ekspektasi pasar, namun ini masih merupakan laju inflasi (CPI) terlemah dalam 18 bulan terakhir seiring dengan masih terjadinya deflasi di tingkat produsen, menggaris bawahi betapa lemahnya permintaan. 

IHSG menguat 37.2 poin (0.77%) ke level 4898.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 5.6 poin (0.68%) ke level 827.2. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing melonjak 59.4 poin (1.23%) dan 11.4 poin (1.38%). Investor asing akhir pekan lalu mengguyur IDR486.1 miliar ke dalam pasar saham domestik, mendongkrak total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR1,1 triliun.

Indeks saham di Eropa turun setelah serangkaian berita negatif mengenai emiten dan sehari setelah bank sentral Eropa (ECB) memberi sinyal kemungkinan penurunan suku bunga bulan depan.

Surplus perdangan bulan Maret Jerman keluar lebih rendah dari ekspektasi, menambah jumakh indikator ekonomi yang menunjukkan pelemahan di bulan Maret, seiring dengan penurunan 1.8% pada ekspor sementara impor hanya turun 0.9% dari bulan Februari.

Agen pemeringkat Standard & Poor’s menaikkan outlook kredit rating Portugal menjadi Stabil dari Negatif dengan alasan kinerja ekonomi dan anggaran negara itu telah melebihi ekspektasi.

Indeks saham utama di AS berakhir dengan catatan positif dengan indeks DJIA mencatatkan penutupan di level tertinggi, di dorong oleh ralyy saham di sektor Consumer Discrenationary dan Healthcare. 

Sementara itu indeks NASDAQ mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam sebulan terakhir karena investor masih melakukan aksi jual atas saham sektor Teknologi dan saham berkapitalisasi rendah (Small Cap).

IHSG diprediksi akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Dari luar negeri, sentimen cenderung mixed. Bursa Amerika ditutup naik pada akhir pekan kemarin setelah data pembukaan lapangan pekerjaan baru menunjukkan angka yang tidak jauh dari estimasi. Sementara itu, bursa Eropa ditutup turun, karena investor mengantisipasi krisis Ukraina dimana salah satu daerah di negara tersebut kini menyusul Crimea untuk menuntut referendum. Situasi politik yang belum stabil di Thailand akibat pengunduran diri PM Yingluck Shinawatra dikhawatirkan akan menyebabkan kondisi politik ASEAN terpengaruh. Sementara dari dalam negeri, IHSG menanti kabar dari 2 kandidat kuat capres yaitu Jokowi dan Prabowo dalam memilih cawapresnya masing-masing. Berita terakhir, Jokowi telah memperoleh dukungan dari PKB dan Nasdem, sehingga bila ditotal telah cukup untuk maju sebagai capres.

Sedangkan secara teknikal IHSG bergerak bullish mencoba break out resistance kuat di level 4900. IHSG sendiri telah memasuki area upper bands dan Indikator Stochastic yang masih bergerak bullish mendekati area overbought. Peluang kenaikan masih terbuka namun terbatas. Diprediksikan IHSG bergerak mixed cenderung terkoreksi dengan range pergerakan 4840-4900.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top