Indeks saham di Asia rebound menyusul aksi jual di hari sebelumnya seiring dengan investor menyambut gembira perbaikan data ekonomi China, terbesar kedua di dunia.

Data perdagangan bulan April China keluar lebih baik dari ekspektasi dengan ekspor tumbuh 0.9% (Y/Y). Ini lebih tinggi dari estimasi penurunan 1.7% dan penurunan 6.6% di bulan Maret. Sementara itu, impor lompat 0.8% di banding penurunan 11.3% di bulan Maret. 

Kinerja ekspor dan impor China lembali mencatatkaan pertumbuhana tipis di bulan April setelah kejatuhaan yang mengejutkan di bulan Maret, memberi tanda bahwa target kebijakan yang dilaksanakan Beijing untuk menopang pertumbuhan mulai  ,emstabilkan ekonomi.

Ketika krisis di Ukrania mulai menunjukkan indikasi mereda, ketegangan geopolitik di Asia mencuat, mendorong indeks saham di Vietnam kemarin jatuh lebih dari 5% ke level terendah dalam 4 bulan.

Vietnam hari Rabu lalu mengatakan sebuah kapal China secara sengaja menabrak 2 kapal Vietnam di sebuah wilayah Laut China Selatan yang masih dalam sengketa. Di mana China telah membangun tambang minyak (oil rig). 

IHSG turun tipis 1.2 poin (-0.02%) ke level 4860.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 justru bertambah 1.5 poin (0.18%) ke level 821.6. Investor asing menarik IDR132.5 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa menguat seiring dengan pernyataan Presiden bank sentral Eropa (ECB) Mario Draghi yang memberi indikasi ECB akan merasa nyaman mengambil tindakan pada pertemuan mereka di bulan Juni mendatang serta retorika Rusia yang sudah lebih lunak mengenai krisis di Ukrania. 

Mayoritas indeks saham utama di AS turun di dorong oleh munculnya kembali aksi jual atas saham saham eemiten terkenal setelah investor mencerna sejumlah laporan keuangan yang kurang menggembirakan. Sentimen positif dari data Initial Jobless Claims yang keluar lebih baik dari ekspektasi serta komentar Presiden ECB tentang kemungkinan stimulus gagal menopang pergerakan indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika ditutup mix cenderung turun dimana hanya Indeks Dow Jones yang menguat tipis sementara Nasdaq dan S&P turun tipis. Minimnya sentimen disebabkan karena pidato Janet Yellen sehari sebelumnya di depan Kongres dianggap tidak menyiratkan sesuatu yang baru mengenai rencana kebijakan moneter ke depannya. Sementara itu, pasar Eropa ditutup menguat setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa mata uang Euro saat ini masih terlalu kuat sehingga memicu inflasi dan mengisyaratkan akan adanya kebijakan baru pada pertemuan ECB bulan Juni mendatang. Hal ini direspon pasar secara langsung yang mengakibatkan pelemahan mata uang Euro. Trade Balance China mencatatkan surplus yang lebih tinggi dari pencapaian periode sebelumnya, dan juga diatas estimasi, bursa Asia mayoritas merespon positif dengan menunjukkan kenaikan pada pembukaan pagi ini. Sementara dari dalam negeri, BI mempertahankan suku bunga 7,5% sejak November 2013, dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia tahun ini berada pada kisaran 5,1% - 5,5%, sementara inflasi akan berada pada kisaran 4,5% plus minus 1%.

Secara teknikal IHSG terkonsolidasi namun masih tertahan oleh support bullish trend dengan Stochastic yang masih bergerak bullish dengan momentumnya cukup melambat dari indikator RSI, Histogram dari MACD yang terus menguat mendekati nol menandakan pergerakan IHSG masih berada pada zona positif jangka menengah. Diprediksikan IHSG akan bergerak kembali mixed cenderung menguat dengan range pergerakan 4839 - 4900.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top