Indeks saham di Asia melemah dan nilai tukar USD/JPY turun di tengah memuncaknya kekhawatiran bahwa Ukrania berada di ambang perang saudara. Volume perdagangan juga mulai normal seiring beroperasinya kembali bursa saham di Jepang dan Korea Selatan, menyusul akhir pekan yang panjang.

Ukrania mengalami minggu paling mematikan sejak pemberontakan di mulai di wilayah timur negara itu sehingga memperkecil ruang bagi usaha perdamaian. 

Fokus atas USD tertuju pada keterangan ketua Federal Reserve Janet Yellen di depan Kongres pada Rabu malam. Yellen diyakini akan mempertahankan sikap lunak (Dovish Stance) the Fed.

Ekspektasi Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, ditambah lagi dengan lunturnya risk appettite telah menekan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS (US Treasury), yang pada akhirnya melemahkan nilai tukar USD. 

IHSG menguat 27.6 poin (0.57%) ke level 4862.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 4.7 poin (0.58%) ke level 820.1. Investor asing menyuntikkan IDR339.8 miliar ke dalam pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa berakhir mixed karena investor mencerna komentar dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen dan perkembangan positf dari krisis di Ukrania.

Dalam kesaksiannya di depan Kongres, Yellen mengatakan ekonomi AS akan berada dalam kondisi yang lebih baik tahun ini di banding tahun 2013, meskipun risiko paling besar masih datang dari pelemahan pasar perumahan.

Indeks saham utama di AS secara umum menguat, meskipun aksi jual atas saham saham Internet dan saham emiten dengan laju pertumbuhan tinggi membuat indeks NASDAQ berakhir di teritori negatif, seiring dengan komentar Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang tidak menimbulkan kepanikan di kalangan investor dan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memberi sinyal bersedia untuk berunding membahas krisis di Ukrania.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Bursa AS dan Eropa bergerak mixed cenderung menguat pada penutupan terakhirnya, demikian pula halnya dengan bursa Asia mayoritas bergerak positif pagi ini (8/5) menyusul pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen yang masih memberikan lampu hijau mengenai penggelontoran stimulus jika memang masih dibutuhkan mengingat tingkat pengangguran yang masih tinggi dan tingkat inflasi yang belum mencapai target. Sedangkan dari dalam negeri, BI rate bulan Mei diprediksi akan dipertahankan di level 7,5%. Data lain yang perlu dicermati yaitu, Trade Balance dan Inflasi (CPI) dari China, serta keputusan suku bunga dan kebijakan moneter dari European Central Bank.

Secara teknikal IHSG berhasil golden-cross dengan MA25 dan relly dari support bullish trend. Indiaktor Stochastic masih bergerak bullish dan berada pada area moderate dengan bullish momentum dari Indikator RSI. IHSG sendiri telah berada pada middle Bollinger bands yang dimana bila momentum ini dapat dilanjutkan akan kembali mencoba break out resistance kuatnya dilevel 4900 (upper bands). Diprediksikan IHSG akan kembali menguat dengan range pergerakan 4837 - 4900. Saham - saham yang dapat diperhatikan ASII, ASRI, BBNI, BBTN, BSDE, INTP, SSIA, CTRA.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top