Indeks saham di Asia berakhir mixed akhir pekan lalu karena pelakun pasar enggan mengambil posisi dalam jumlaha besar menjelang rilis data Non-Farm Payrolls AS  Jumat malam.

Suasana perdagangan juga sepi akibat kibyr perayaan Haru Buruh. Pasar saham di China masih tutup sampai hari Senin sementara pasar saham di Jepang dan Korea Selatan akan tutup hari Senin dan Selasa karena ada hari lubur nasional.

Eskalasi ketegangan di Ukrania Timur juga menekan sentimen pasar. Separatis Pro-Rusia di kota Slaviansk mengatakan militer Ukrania melancarkan perasi berskala besar untuk merebut kembali kota itu.

Minggu lalu, indeks utama saham Australia menjadi indeks dengan kinerja terburuk dengan penurunan 1.3%. Di susul oleh indeks KOSPI Korea Selatan dengan penurunan 0.6%. Sementara indeks Nikkei 225 mencatatkan kinerja terbaik dengan kenaikan 0.2%.

IHSG turun tipis 1.4 poin (-0.03%) ke level 4838.8  sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 berakhir hampir tidak berubah, naik kurang dari 1 poin dan bertahan di level 815. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing anjlok 58.9 poin (-1.20%) dan 13.7 poin (-1.65%). Investor asing Jumat lalu menyuntikkan IDR86.1 miliar ke dalam pasar saham domestik, mengurangi total Net Sell asing pekan lalu menjadi IDR955 miliar.

Indeks saham Eropa turun ditengah data pasar tenaga kerja AS yang keluar lebih baik dari ekspektasi dan seiring dengan bersiapnya PBB melakukan pertemuan darurat mengenai semakin memburuknya krisis politik di Ukrania.

Indeks saham utama di AS turun tipis, membatasi kenaikan mingguan, karena kekhawatiran atas konflik di Ukrania mengalahkan data pasar tenaga kerja yang membaik.

Data Non-Farm Payrolls AS memperlihatkan 288,000 pekerjaam tercipta di bulan April, naik dari 192,000 di bulan Maret. Tingkat Pengangguran turun menjadi 6.3%, penurunan bulanan terbesar sejak Desember 2011 dan merupakan Tingkat Pengangguran terendah selama masa pemerintahan Presiden Barack Obama.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdangangan hari ini. Sejumlah data makro yang dirilis pekan lalu seperti Nonfarm Payrolls yang jauh di atas ekspektasi dan Unemployment Rate yang juga menurun di bawah ekspektasi mengindikasikan bahwa ekonomi AS semakin membaik. Hal ini berpotensi membawa dampak positif bagi IHSG. Sedangkan dari dalam negeri, data inflasi April menunjukkan adanya deflasi sebesar -0.02% (MoM) sehingga menyebabkan inflasi YoY turun menjadi 7.25%. Data positif lainnya yaitu Manufacturing PMI Indonesia bulan April naik menjadi 51.1 dari 50.1 atau tercepat dalam 11 bulan, didorong oleh ekspansi dari permintaan baru (new orders) meskipun output sedikit lebih rendah.
Data penting yang patut dicermati investor pada minggu ini yaitu, GDP Indonesia Q1, BI Rate, BOJ Monetary Policy, ECB Interest Rate dan Monetary Policy statement, dan CPI China.

Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi. Indikator Stochastic memberikan signal positif dengan Golden-cross di area oversold. Momentum dari Indikator RSI berada pada bullish momentum di area -40.0 Range. Diprediksikan IHSG bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 4806-4868.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top