IHSG maju 20.5 poin (0.42%) ke level 4849.1  sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 2.9 poin (0.35%) ke level 815. Investor asing kemarin menarik IDR168.7 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Kemarin adaalah hari perdagangannyang sepi di pasar saham Eropa, dengan mayoritas bursa saham tutup memperingati Hari Buruh (May Day). Bursa saham yang tutup anatara lain di Perancis, Jerman, Italia dan Spanyol. Sementara Indeks FTSE 100 di Inggris dan indeks OMX 20 di Denmark tetap diperdagangkan seperti biasa.

Dari sisi data ekonomi, indeks harga rumah di Inggris memperlihatkan harga melonjak 10.9% (Y/Y) di bulan April, mengalahkan ekspektasi analis.

Selain itu, data Manufacturing PMI (Purchasing Managers Index) Inggris memperlihatkan kenaikan ke level 57.3 di bulan April, lebih tinggi dari estimasi 55.4 dan pencapaiaan bulan sebelumnya yang berada di level 55.8.

Mayoritas indeks saham utama di AS melemah karena pelaku pasar enggan mengambil posisi menjelang rilis data Non-Farm Payrolls Jumat pagi waktu AS, meskipun kenaikan saham sektor internet membantu mengerek kinerja indeks NASDAQ.

Kuartal I berakhir dengan catatan yang baik seiring dengan Belanja Konsumen yang mencatatkan akselerasi tercepat sejak 2009. Data bulan Maret memperlihatkan Pendapatan (Income) Konsumen tumbuh 0.5% dan Belanja Konsumen meningkat 0.9%.

Sektor manufaktur AS di bulan April ekspansi dengan laju tercepat sejak akagir tahun lalu. Data ISM Manufacturing Index berada di level 54.9 bulan lalu, naik dari level 53.7 di bulan Maret dan menandakan level tertinggi sejak Desember.

Jumlah orang di AS yang untuk pertama kalinya mengajukan klaim pengangguran (Initial Jobless Claims) bertambah 14,000 menjadi 344,000, tertinggi sejak akhir Februari, untuk minggu yang berakhir 26 April.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat pada perdangangan hari ini. Sentimen global cenderung positif, setelah dirilisnya data-data makro sejumlah negara seperti suku bunga AS yang dipertahankan di level 0.25%, ISM Manufacturing PMI AS bulan April juga naik dan di atas ekspektasi, CPI Eropa yang juga naik, BOJ mempertahankan suku bunga di level 0.1%. Namun, GDP AS Q1 mengalami penurunan dan tapering tetap dilanjutkan kendati ekonomi AS mengalami perlambatan, sehingga berpotensi membatasi kenaikan IHSG. Sedangkan dari dalam negeri, CPI April diprediksikan akan mengalami penurunan menjadi 7.25% dari bulan lalu. Data yang patut dicermati investor yaitu inflasi dan neraca perdagangan yang akan dirilis pagi ini.

Secara teknikal IHSG berhasil bergerak rebound dari lower bollinger band dan menguji resistance MA25 dilevel 4840. Indikator Stochastic masih mengindikasikan pergerakan bearish yang cukup terbatas karena Momentum IHSG sendiri dari Indikator RSI telah mulai memasuki area overbought. Sedangkan Indikator MACD histogram yang terbentuk berada pada area negatif yang cukup dalam dengan pergerakan MACD dan signal line yang cenderung bearish. diprediksikan IHSG masih akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 4811-4884. Saham - saham yang mulai dapat diperhatikan antara lain ACES, RALS, BHIT, INTP.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top