Indeks saham di Asia berbalik arah menjadi turun setelah data survei sektor manufaktur China keluar mengecewakan, sementara konflik yang masih terjadi di Ukrania mendorong kenaikan harga emas dan Surat Utang Pemerintah.
Kenaikan di awal sesi perdagangan menguap ketika perhitungan akhir data HSBC China Manufacturing PMI untuk bulan April turun ke level 48.1 dari perhitungan awal 48.3.
Survei memperlihatkan aktifitas pabrikan di China selama bulan April mengalami kontraksi 4 bulan beruntun, meskipun indeks naik tipis dari level terendah dalam 8 bulan yang terjadi di bulan Maret.
IHSG merangkak naik 3.7 poin (0.08%) ke level 4842.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 1.4 poin (0.17%) ke level 817.2. Investor asing menyuntikkan IDR305.3 miliar ke dalam pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa melemah di sesi perdagaangan yang sepi, dengan pasar saham di Inggris dan Irlandia tutup merayakan hari libur Bank Holiday, seiring dengan pelemahan data sektor manufaktur China yang menekan sentimen investor.
Portugal mengatakan tidak memerlukan dana talangan lebih lanjut, sebuah tonggak sejarah dalam proses pemulihan finansial Eropa dan pertaruhan bahwa salah satu negara Eropa yang paling banyak berhutang sekarang dapat berdiri sendiri.
PM Pedro Passos Coelho mengumumkan hari Minggu lalu bahwa Pemerintahannya telah memutuskan untuk tidak mencari bantuan dari kreditur internasional (EU dan IMF) dan akan mengakses pasar finansial setelah menerima pengucuran dana terakhir paket bailout sebesar 78 miliar Euro ($108 miliar) bulan depan
Indeks saham utama di AS ,emguat karena investor mengabaikan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan di China dan memburuknya situasi di Ukrania. Data ISM Non-Manufacturing Index yang keluar lebih baik dari ekspektasi tampak menjadi penopang kenaikan indeks.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Dari luar negeri, sentimen negatif datang dari China setelah purchasing manager index-PMI yang dirilis Senin (5/5) kemarin menunjukkan adanya kontraksi manufaktur di China. Menanggapi isu-isu perlambatan tersebut, China cenderung bermain aman dengan melakukan langkah reformasi seperti pembebasan suku bunga dan pelonggaran monopoli negara akan sedikit melukai, tetapi dinilai memberikan efek positif jangka panjang. Sedangkan dari dalam negeri, GDP Q1 mengalami penurunan menjadi 5.21% dari 5.72% (YoY). Data yang perlu dicermati investor hari ini adalah US Trade Balance (Mar), Euro Markit Service PMI (Apr), Euro Retail Sales (Mar) dan BOJ Monetary Policy.
Secara teknikal IHSG bergerak konsolidasi berada pada area middle dari bollinger bands. Indikator Stochastic yang telah bergerak bullish dengan momentum yang juga bullish dari area oversold masih terus membuka penguatan IHSG meskipun terbatas. Diprediksikan IHSG akan kembali bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 4817 - 4864. Saham - saham yang dapat mulai diperhatikan antara lain AKRA, BBTN, CPIN, CTRP, SMGR.
0 comments:
Post a Comment