Indeks saham di Asia bergerak dengan arah yang tidak menentu dan berakhir mixed pada saat likuiditas menipis karena pasar saham Jepang tutup memperingati hari libur nasional.

Kewaspadaan muncul setelah AS dan Eropa menjatuhkan sanksi baru atas Rusia, termasuk larangan visa bagi orang orang dekat Presiden Vladimir Putin. Secara keseluruhan, 17 perusahaan dan 7 individu menjadi target dalam penjatuhan sanksi ini, yang terjadi ditengah meningkatnya ketegangan di bagian timur Ukrania. 

Investor menantikan pertemuan kebijakan Federal Open Market Committee, yang di mulai Selasa malam. Puncak dari pertemuan 2 hari ini adalah konferenssi pers dari ketua the Fed Janet Yellen dan pengamat pasar akan mencari sinyal kapan suku bunga akan mulai dinaikkan.

Bank Of Japan mengadakan pertemuan kebijakan pada hari Rabu, sementara sejumlah data ekonomi akan dirilisdalam beberapa hari je depan, temasuk data inflasi zona Euro serta data GDP AS dan Inggris.

IHSG naik tipis 0.9 poin (0.02%) ke level 4819.7  sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyusut 1.6 poin (-0.20%) ke level 812.1. Investor asing kemarin menarik IDR497.9 miliar keluar dari pasar saham domestik.

Indeks saham di  Eropa menguat karena investor mencerna sejumlah laporan keuangan yang baru dirilis dan berita baik mengenai Nokia memicu rally pada saham di sektor teknologi.

Data resmi memperlihatkan pertumbuhan GDP Inggris di Kuartal I tumbuh 0.8%, sedikit di bawah perkiraan. Tingkat Pengangguran Spanyol turun tipis menjadi 25.9% bulan ini dari 26% pada bulan Maret, namun masih lebih baik dari estimasi.

Mayoritas indeks saham utama di AS membukukan kenaikan yang moderat karena sejumlah laporan keuangan yang keluar lebih baik dari estimasi membantu membangkitkan risk appettite investor. Kenaikan dipimpin olej saham yang bersifat cyclical seperti finansial dan teknologi sementara saham defensif seperti di sektor utilitas dan Consumer dijauhi oleh investor. Investor juga mengabaikan pelemahan data perumahan dan Consumer Confidence dan lebih memilih fokus pada hasil pertemuan the Fed serta menunggu rilis data GDP dan pasar tenaga kerja.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Pasar Amerika dan Eropa ditutup naik kemarin, menyusul baiknya laporan keuangan kuartal I dari beberapa emiten, dan juga adanya kabar akuisisi besar dari beberapa perusahaan di sektor farmasi dan telekomunikasi. Investor juga cenderung wait and see menunggui pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen malam ini, terutama menyambut data ketenagakerjaan yang akan rilis pada akhir pekan ini. Sementara itu, harga minyak acuan Eropa, Brent naik akibat adanya seorang pria bersenjata yang melepaskan tembakan di parlemen Libya, serta semakin memanasnya situasi politik Ukraina-Rusia setelah AS dan Eropa menjatuhkan sanksi baru atas Rusia. Sedangkan dari dalam negeri, Menkeu Chatib Basri memprediksi bahwa CPI April akan mengalami deflasi 0,1% yang disebabkan karena musim panen padi.

Secara teknikal IHSG bergerak mencoba rebound dan pulled back bullish trend line. Indikator Stochastic masih memberikan signal pergerakan yang bearish menuju area overbought belum ada indikasi akan terjadi golden-cross, Indikator RSI berada pada momentum yang cukup jenuh di area moderate. IHSG akan terus mencoba kembali break out MA25 dilevel 4835. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 4782-4838.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top