Indeks saham di Asia berakhir mixed setelah data perhitungan awal (flash) aktifitas sektor manufaktur China untuk bulan April memperlihatkan sedikit perbaikan dari bulan sebelumnya.
Investor yang berharap data Flash manufacturing PMI bulan April China menunjukkan tanda tanda kestabilan di tengah melemahnya ekonomi, bisa menarik nafas lega ketika ternyata keluar berada di level 48.3, sedikit di aras perhitungan akhir bulan Maret, namun masih dalam teritori kontraksi selama 4 bulan beruntun.
Data inflasi Australia untuk Kuartal I keluar lebih lemah dari ekspektasi, melunturkan prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral dan membuat nilai tukar Dollar Australia anjlok.
Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index) tumbuh 2.9% (Y/Y) di Kuartal I, lebuh rendah dari ramalan pertumbuhan 3.2%, namun masih dalam kisaran target inflasi 2%-3% Reserve Bank Of Australia. Secara bulanan inflasi tumbuh 0.8%.
IHSG turun tipis 5.1 poin (-0.10%) ke level 4893.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 kehilangan 1 poin (-012%) ke level 829.3. Investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR457.4 miliar.
Indeks saham di Eropa melemah seiring dengan investor bereaksi atas keluarnya berbagai macam data, baik laporan keuangan maupun makroekonomi, di China, zona Euro dan AS.
Data masih memperlihatkan pemulihan aktifitas usaha di zona Euro, dengan perhitungan awal (flash) data Purchasing Managers’ Index (PMI) bulan April naik ke level 54 dari 53.1. Kenaikan ini di dorong oleh pertumbuhan yang solf di Jerman, yang angka PMInya naik ke level 56.3 dari 54.3.
Indeks saham utama di AS turun setelah data memperlihatkan penjualan rumah baru turun di bulan Maret dan keluarnya laporan keuangan dari emiten seperti Boeing dan AT&T. Di tambah lagi dengan investor memitiskan untuk jeda sejenak setelah naik selama 6 hari beruntun di indeks S&P 500 dan NASDAQ.
IHSG diprediksi akan kembali bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Dari luar negeri, bursa Wall Street dan Eropa ditutup turun kemarin setelah indeks manufaktur beberapa negara seperti Amerika dan Perancis mengalami penurunan dari periode sebelumnya dan juga dibawah ekspektasi. HSBC Manufacturing PMI yang dirilis kemarin menunjukkan kenaikan meskipun masih di bawah estimasi konsensus. Penjualan rumah baru Amerika juga menunjukkan angka yang kurang menggembirakan. Sementara dari dalam negeri, sentimen masih dipengaruhi oleh koalisi partai, sehingga investor cenderung untuk wait and see. Sementara itu, beberapa pengamat memperkirakan neraca perdagangan Indonesia bulan ini akan mengalami peningkatan, cenderung surplus. Data Unemployment Claims dari Amerika yang akan dirilis hari ini dapat menjadi perhatian bagi investor.
Secara teknikal IHSG kembali tidak mampu bertahan diatas resistance kuatnya dilevel 4900 sehingga terlihat pulled back. Indikator Stochastic yang berkondisi high bearish movement dari area overbought dengan momentum dari RSI dan william %R yang juga overbought menambah besar peluang koreksi lebih lanjut untuk IHSG. Jika IHSG pada perdagangan Kamis (23/04) break out support M25 dilevel 4826 maka berpotensi akan terjadinya pengkoreksian lebih lanjut. Diprediksikan IHSG akan kembali bergerak mixed cenderung melemah dikisaran 4834 - 4900.
0 comments:
Post a Comment