Hari Senin lalu. Kementerian Luar Negeri AS mengatakan sanksi baru atas Moskow akan datang dalam hitungan hari. Pernyataan ini keluar setelah Wakil Presiden AS Joe Biden tiba di Ukrania untuk menawarkan bantuan teknis untuk Kiev pada saat milisi pro Rusia di bagian timur Ukrania menolak menyerahkan wilayah yang telah mereka kuasai setelah merebut gedung gedung Pemerintah akhir pekan lalu.
Defisit perdagangan Jepang melonjak hampir 70% menjadi 13.75 triliun Yen ($134 Miliar) untuk tahun fiskal lalu, memperpanjang defisit menjadi 3 tahun beruntun karena ekspor gagal mengimbangi kenaikan buaya impor energi.
Kementerian Keuangan Jepang hari Senin lalu melaporkan ekspor untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2014 tumbuh 10.8% (Y/Y) menjadi 70.8 triliun Yen ($690.5 miliar) sementara impor naik 17.3% menjadi 84.6 triliun Yen ($825 miliar).
IHSG naik tipis 5.9 poin (0.12%) ke level 4898.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 juga bertambah 0.12% atau 1 poin ke level 830.3. Investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR1,013 triliun.
Saham saham perusahaan farmasi menjadi pusat perdagangan di Eropa, dengan saham AstraZeneca mencatatkan kenaikan terbesar dalam hampir 3 tahun, di picu oleh berita adanya potensi tawaran takeover dan saham saham GlaxoSmithKline menguat di dorong olej berita penjualan unit usaha yang bernilai miliaran dollar.
Indeks saham utama di AS menguat, dengan indeks S&P 500 memperpanjang kenaikan menjadi 6 hari beruntun, terpanjang sejak September 2013 seiring dengan investor mencermati sejumlah laporan keuangan emiten, termasuk dari MacDonald’s dan Netflix serta tawaran merger senilai $45 miliar yang diterima oleh Allergan, perusahaan pembuat botox, dari Valeant Pharmaceuticals International.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen dari dalam negeri masih minim, karena investor cenderung untuk wait and see menunggu kepastian koalisi calon presiden dan wakil presiden yang akan datang. Ada potensi market hari ini masih akan dipengaruhi oleh isu negatif dari beberapa bank di antaranya kasus dugaan pengemplangan pajak Bank Central Asia (BBCA) dan kontroversi akuisisi Bank Tabungan Negara (BBTN) oleh Bank Mandiri (BMRI). Sedangkan dari luar negeri, bursa Wall Street dan Eropa ditutup naik kemarin setelah data penjualan rumah Amerika menunjukkan angka diatas estimasi, meskipun menurun sedikit dibanding periode sebelumnya. China HSBC Manufacturing Index bulan April yang akan rilis hari ini diprediksikan akan naik menjadi 48.4 dari 48.0 di periode sebelumnya. Hal ini patut menjadi perhatian bagi investor sebagai salah satu indikator perekonomian China.
Secara teknikal IHSG terkonsolidasi dimomentum overbought dari William %R dengan Stochastick yang memberikan signal jual setelah terjadi dead-cross. IHSG pulled back MA7 dan sedikit memberikan signal penguatan meskipun terbatas. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 4833 - 4910.
0 comments:
Post a Comment