Mayoritas indeks saham di Asia turun, di pimpin oleh indeks saham di Jepang karena investor kevewa terhadap tidak adanya kemajuan dalam diskusi pembentukan Trans-Pacific Partnership (TPP) pada kunjungan Presiden barack Oba,a di Tokyo.
Ekonomi Korea Selatan tumbuh laju yang stabil di Kuartal I, tanda bahwa pemulihan mendapat momentum dan memperbesar ekspektasi atas kenaikan suku bunga di akhir tahun.
Ekonomi terbesar ke empat di Asia itu tumbuh 0.9% di Kuartal I, sama dengan pertumbuhan di kuartal sebelumnyaa, namun sedikit di atas perkiraan.
Pertumbuhaan ditopang oleh kenaikan tajam padaa belanja konstruksi dan peningkatan pertumbuhan ekspor, ini mendukung data belakangan ini yang memberi indikasi smakin besarnya momentum ekonomi.
IHSG turun tipis 2.1 poin (-0.04%) ke level 4891.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 berakhir hampir tidaak berubah dan masih bertahan di level 829. Investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR28.8 miliar.
Indeks saham di Eropa menguat meskipun terdapaat kekhawatiran baru atas krisis di Ukrania. Sejumlah laporan keuangan dari emiten di AS dan Eropa berhasil mengangkay sentimen investor.
Presiden bank sentral Eropaa (ECB), berbicara di sebuah event di Amsterdam, mengatakan ECB bisa saja melaksanakan program pembelian berbagai kelas aset jika terlihat laju inflasi dalam jangka menengah akan semakin menurun.
Tingkat kepercayaan pelaku usaha di jermaan semakin kuat, terlihat dari data Ifo Business Climate Index yang berada di level 111.2, lebih baik dari estimasi, dari level 110.7 di bulan Maret.
Indeks saham utama di AS secara umum berakhir naik karena laporan keuangan yang solid dan rilis data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan berhasil mengalahakan kekhawatiran atas ketegangan militer di perbatasan Ukrania.
IHSG diprediksi akan bergerak mix dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen dari luar negeri juga cenderung mix, bursa AS dan Eropa ditutup mix cenderung menguat kemarin meskipun dikabarkan Russia telah memulai latihan militer di perbatasan Ukraina. Data Core Durable Goods Order Amerika bulan Maret menunjukkan kenaikan dari periode sebelumnya, dan juga lebih tinggi dari estimasi yang merupakan indikator positif, namun Initial Jobless Claims April menunjukkan kenaikan dari periode sebelumnya, yang juga lebih tinggi dari estimasi. Sedangkan dari dalam negeri, investor masih cenderung wait and see mengenai koalisi parpol. Sementara itu, salah satu lembaga survei politik yaitu The Indonesia Network Electability Survei (INES) mempublikasikan data bahwa elektabilitas Prabowo berada jauh diatas Jokowi untuk menjadi Presiden berikutnya yaitu 35% dibanding 16,2%. Sebagai catatan, lembaga ini adalah satu-satunya yang memprediksi kemenangan Jokowi pada Pilkada DKI Juni 2012 yang lalu.
Secara teknikal IHSG bergerak bearish namun tertahan oleh support MA7 dilevel 4887. Indikator Stochastic pun terus memberikan signal negatif dengan momentum yang menjenuh diarea moderate osilator RSI. diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range 4840 - 4900.
0 comments:
Post a Comment