Indeks saham di Asia turun karena ketegangan di Ukrania membuat investor bersikap waspada ditengah absennya catalyst karena beberapa bursa saham seperti di Australia, Selandia baru dan Hong Kong, masih tutup memperingati hari Paskah.

Jepang menderita defisit perdagangan terburuk di bulan Maret seiring melemahnya pertumbuhan ekspor, indikasi hilangnya momentum ekonomi yang mungkin akan memicu pembuat kebijakan mengambil langkah menjelang berlakunya kenaikan pajak penjualan mulai bulan depan, yang tentunya juga akan menekan pertumbuhan ekonomi.

Ekspor hanya tumbuh 1.8% (Y/Y) di bulan Maret, terendah sejak maret tahun lalu, menyusul pertumbuhan 9.8% (Y/Y) pada bulan sebelumnya dan lebih rendah dari ekspektasi pakar ekonomi yang sebesar 6.3%.

Lonjakan 18.1% pada impor, di dorong oleh tingginya biaya impor BBM akibat pelemahan nilai tukar JPY dan lonjakan permintaan menjelang kenaikan pajak mulai tanggal 1 April nanti, membantu melebarkan defisit bulan Maret tahun ini menjadi yang terbesar.

IHSG turun tipis 4.8 poin (-0.10%) ke level 4892.3  sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 ditutup hampir tidak berubah dan masih di level 829.poin (0.75%) ke level 829. Investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR315.5 miliar. 

Indeks saham di Eropa masih tutup liburan.

Indeks saham utama di AS naik cukup besar, mendorong indeks S&P 500 memperpanjang trend kenaikan menjadi 5 hari beruntun, terpanjang dalam 6 bulan karena investor mencerna laporan sejumlah emitrn yang keluar lebih baik dari estimasi sehingga mengangkat sentimen perdagangan.

IHSG diprediksi akan kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika dan Eropa baru akan dibuka hari ini setelah Easter Holiday. Rencana kenaikan suku bunga The Fed menyusul membaiknya beberapa data ekonomi Amerika juga masih dapat menjadi perhatian investor. Apabila terjadi kenaikan suku bunga, maka penguatan nilai tukar Dollar AS juga dapat menjadi sentimen negatif bagi beberapa negara yang masih tergantung kepada komoditi impor. Data Existing Home Sales Amerika dan Indeks Manufaktur China versi HSBC hari ini dapat menjadi perhatian bagi investor. Sedangkan dari dalam negeri, sentimen cenderung positif, BI memperkirakan neraca perdagangan akhir Maret akan surplus sekitar US$ 500 juta, karena didorong surplus nonmigas yang lebih tinggi. Serta, BI juga memprediksi April akan terjadi deflasi sebesar 0,08-0,1% (mtm) atau menurun dibandingkan Maret 2014 yang mengalami inflasi 0,08%. 

Secara teknikal mengkonfirmasi pola northern star dan berpeluang besar terjadinya koreksi setelah tidak mampu bertahan pada level 4900. Stochastic berada pada area overbought dan mengindikasikan terjadi dead-cross bila pada perdagangan hari selasa ini dibuka melemah dengan momentum RSI dan william %R yang telah berada pada overbought momentum. Diprediksikan IHSG akan bergerak melemah diwarnai aksi profit taking dengan range 4854-4900.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top