Indeks saham di Asia bergerak mixed Jumat lalu dalam sesi perdagangan yang sepi seiring dengan banyaknya bursa saham di kawasan Asia yang tutup memperingati Jumat Agung, kecuali bursa saham di Jepang, China dan Korea Selatan.

Ketegangan di Ukrania tetap menjadi fokus. AS, Rusia, Ukrania dan Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang meminta penghentian kekerasan di bagian timur Ukrania dengan Presiden Barack Obama memperingatkan AS dan sekutunya masih bersiap memperketat sanksi jika situasi tidak juga membaik.

Indeks saham acuan Nikkei 225 di Jepang mencapai level tertinggi dalam 10 hari, mengerek kenaikan mingguan menjadi 4%, terbesar sejak November 2013.

IHSG menguat 24 poin (0.49%) ke level 4897.1  sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 6.2 poin (0.75%) ke level 829.6. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing terbang 80.5 poin (1.67%) dan 15.6 poin (1.92%). 

Indeks saham di Eropa menguat hari Kamis lalu  karena investor mengabaikan kekhawatiran mengenai Ukrania dan melainkan fokus pada laporan keuangan emiten dan data terkini pasar tenaga kerja AS. 

Sektor otomotif melonjak 2.1% setelah pemulihan di industry mobil Uni Eropa terus berlangsung di bulan Maret, dengan kenaikan tajam angka penjualan otomotif di Inggris dan Spanyol.

Mayoritas indeks saham utama di AS menguat hari Kamis lalu, dengan indeks S&P 500 memperpanjang kenaikan menjadi 4 hari beruntun, di topang oleh laporan keuangan Kuartal I emiten seperti General Electric dan Morgan Stanley yang melebihi ekspektasi.

Jumlah orang Amerika yang untuk pertama kali mengajukan pembayaran tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) minggu lalu berada di level terendah dalam hampir 7 tahun, meskipun bertambah 2,000 menjadi 304,000 dari 302,000.

Perbaikan di industri manufaktur tidak hanya terjadi di sektor otomotif. Data Philadelphia Fed Manufacturing Survey bulan April naik ke level 16.6, tertinggi sejak Septemberdari level 9 di bulan sebelumnya. 

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini karena dibayangi oleh aksi profit taking. Sentimen negatif datang dari China, data resmi Pemerintah Tiongkok menunjukkan pertumbuhan kuartal I di Negeri Tirai Bambu tersebut hanya tumbuh 7,4% atau paling lambat dalam 18 bulan terakhir. Sementara kuartal terakhir 2013, pertumbuhannya 7,7%. Sementara dari dalam negeri, kenaikan tarif listrik mulai 1 Mei mendatang berpotensi membuat biaya operasional sejumlah emiten meningkat, terutama sektor industri manufaktur. Sentimen negatif lainnya yaitu current account deficit (CAD) kuartal I-2014 diprediksi akan turun lebih dalam, kembali di atas 2% dari produk domestik bruto (PDB), jika dibandingkan dengan kuartal IV-2013 yang berada di level 1,98% dari PDB.

Secara teknikal IHSG membentuk pola northern star yang merupakan signal reversal. Indikator Stochastic bergerak bullish, telah sampai di area overbought dan Indikator RSI bergerak bullish momentum yang mendekati overbought oscillator. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah diwarnai aksi profit taking dengan range 4850 - 4920.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top