Mayoritas indeks saham di Asia menguat setelah China melaporkan pertumbuhan ekonomi yang sedikit melebihi estimasi, sebuah rasa lega bagi investor yang selama ini takut pertumbuhan akan jauh lebih rendah. 

Ekonomi China tumbuh 7.4% (Y/Y) di Kuartal I, sedikit lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan 7.3%. Ini berita yang menggembirakan bagi sebagian investor, mengingat sempat beredar kabar bahwa pertumbuhan ekonomi China hanya akan mencapai 7%, terlihat dari pelemahan di berbagai data indikator ekonomi belakangan ini. 

Data data lain ekonomi China yanag di rilis hari Rabu memperlihatkan penjualan ritel bulan Maret tumbuh 12.2% secara tahunan, sedikit di bawah estimasi sementara Industrial Output naik 8.8% (Y/Y), lebih rendah dari ekspektasi pertumbuhan 9%. Data Fixed Asset Investment selama 3 bulan pertama 2014 tumbuh 17.6% (Y/Y), lebih rendah dari estimasi.

Rasa lega investor menyebar ke pasar saham Asia, dengan indeks Nikkei 225 berakhir naik 3%, terbesar sejak Februari. Harapan Bank Of Japan akan mengeluarkan stimulus tambahan juga membantu mendongkrak sentimen.

IHSG merangkak naik 2.8 poin (0.06%) ke level 4873  sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 hampir tidak berubah dan masih bertahan di level 823. Investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR344.5 miliar. 

Indeks saham di Eropa mencatatkan kenaikan yang solid setelag data pertimbuhan ekonomi Vhina yangbkeluar lebih baik dari ekspektasi mendorong investor untuk masuk kemvali ke dalam aset berisiko tinggi dan lemahnya inflasi zona Euro menambah tekanan pada bank sentral Eropa (ECB) untuk melonggarkan kebijakan.

Inflasi zona Euro tumbuh 0.5% di bulan Maret, terendah sejak November 2009 dan memperkuat spekulasi bank sentral Eropa (ECB) akan menstimulasi ekonomi untuk melawan ancaman deflasi.

Indeks saham utama di AS rally setelah data Industrial Production AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan, laba Yahoo melebihi estimasi pasar dan Ketua Federal Reserve Janet Yellen mempertegas bahwa bank sentral akan menjaga komitmennya dalam menopang ekonomi. 

IHSG diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini karena dibayangi oleh aksi profit taking. Pasar Amerika dan Eropa ditutup naik kemarin, setelah GDP China bertumbuh sesuai estimasi, meskipun masih dibawah dari periode sebelumnya. Janet Yellen juga menyatakan bahwa The Fed masih akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengurangan tingkat pengangguran. Data Unemployment Claims Amerika hari ini dapat menjadi perhatian bagi investor.Sedangkan dari dalam negeri, Ekonom Standard Chartered Bank, Eric Sugandi memprediksi BI rate akan naik hingga 50 bps atau menjadi 8% menjelang akhir 2014. Hal ini terjadi untuk mengantisipasi prospek kenaikan suku bunga The Fed pada Juni 2015 dan kemungkinan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Sementara itu, ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh 5,8% didorong oleh belanja pemilu dan membaiknya perekonomian global.

Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish meeting line yang merupakan signal pembalikan arah. Indikator Stochastic bergerak bullish, hampir sampai di area overbought sedangkan Indikator RSI yang telah berada pada kondisi consolidations momentum yang bergerak melandai sehingga membuka peluang akan terjadinya bearish momentum. Dari pergerakan wave IHSG berpeluang akan terjadi koreksi dan membentuk corrections wave c hingga 4600 untuk jangka menengah. Diprediksikan IHSG akan cenderung bergerak melemah diwarnai aksi profit taking dengan range 4825 - 4900.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top