Mayoritas indeks saham di Asia mengawali minggu dengan penurunan, menyusul anjloknya indeks saham di wall Street minggu lalu dan seiring dengan tertekannya sentimen akibat peningkatan eskalasi ketegangan antara Ukrania dan Rusia. 

Perkembangan di semenanjung Crimea menjadi sorotan setelah separatis pro Rusia menguasai kota Slaviansk hari Sabtu lalu, memicu peringatan dari Ukrania untuk meletakkan senjata atau menghadapi militernya. Sebagai respon, Dewan Keamanan PBB kemarin memulai pertemuan darurat untuk mendiskusikan krisis yang sedang berlangsung.

Komentar dari pejabat bank sentral Eropa (ECB) juga menjadi fokus perhatian. Berbicara pada sebuah konferensi pers hari Sabtu lalu, Mario Draghi mengatakan bahwa nilai tukar mata uang Euro yang kuat akan memicu pelonggaran moneter lebih lanjut. 

Sementara itu, anggota Dewan Eksekutif ECB Benoit Coeure mengatakan bank sentral siap meluncurkan program pembelian aset jika inflasi rendah terus berlanjut.

IHSG maju 48.3 poin (1.00%) ke level 4864.9  sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 9 poin (1.11%) ke level 823. Investor asing mennarik IDR 3.8 miliar keluar dari pasar saham domestik. 

Indeks saham di Eropa pulih dari penurunan di awal sesi perdagangan dan berakhir naik setelah data penjualan ritel AS keluar melebihi estimasi dan Citigroup melporkan laba yang lebih besar. 

Data Industrial Production zona Euro di bulan Februari, sesuai ekspektasi, tumbuh 0.2% dari bulan sebelumnya.

Indeks saham utama di AS dirurup dengan kenaikan yang menyeluruh seiring dengan inbestor merespon data penjualan ritel bulan Maret di AS dan kinerja keuangan Citigroup yang ternyata lebih baik dari estimasi.

Di bulan Maret, penjualan ritel tumbuh 1.1%, tertinggi sejak 2012, memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih dalam pemulihan setelah musim dingin yang ekstrim membatasi belanja di awal tahun ini.

IHSG diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika dan Eropa ditutup naik kemarin, setelah data Retail Sales di Amerika mencatatkan kenaikan tertinggi sejak tahun 2012. Data CPI Amerika Maret dan pidato Janet Yellen hari ini dapat dicermati investor, serta data penting lain minggu ini yaitu GDP dan Industrial Production China. Ketegangan yang terjadi di Ukraina, dimana terpantau pergerakan pasukan Russia juga patut menjadi perhatian. Dari dalam negeri, sentimen pelaku pasar masih dipengaruhi seputar rencana koalisi beberapa parpol untuk memajukan calon presiden pada Pilpres Juli mendatang.

Secara teknikal IHSG kembali menguat hingga berhasil golden-cross MA7 yang merupakan signal cukup positif meskipun Indikator Stochastic masih bergerak bearish dengan momentum yang berada pada area moderate osilator. Dari pergerakan wave IHSG telah berhasil mencapai target ideal corrections wave B hal tersebut membuka peluang IHSG akan terjadi koreksi telah corrections wave B ini terbentuk dan akan mulai membentuk corrections wave c yang merupakan corrections wave terakhir dari elliot wave pada level 4690. Diprediksikan IHSG akan cenderung bergerak melemah diwarnai aksi profit taking dengan range 4787-4886.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top