Indeks saham di Asia terpukul akhir pekan lalu, dengan indeks Nikkei 225 mencatatkan peenurunan minggaun terbesar sejak Maret 2011 ketika terjadinya bencana nuklir, seiring dengan aksi ujual di Wall Street yang menular ke Asia, membayangi data ekonomi China yang tidak terlalu mengecewakan.

Apa yang tampak seperti pergeseran besar portfolio dari saham sektor bioteknologi dan teknologi di AS ternyata mempunyai dampak yang tidak terduga di sektor lain dan kawasan Asia, bahkan turut menekan saham saham defensif.

Indeks saham di Asia tidak memberikan respon berarti atas data inflasi (Consumer Price Index) China yang tumbuh 2.4% (Y/Y) di bulan Maret, sedikit lebih rendah dari ekspektasi pertumbuhan 2.5%. Namun, data Producer Proce Index keluar lebih buruk dari ekspektasi, turun 2.3% (Y/Y).
Wakil Gubernur People’s Bank Of China (PBOC), berbicara di AS, mengatakan para pejabat harus lebih ekstra hati-hati dalam mengimplementasikan paket stimulus karena paket stimulus tidak seefektif kekuatan pasar yang alami dalam mengerek pertumbuhan.

Komentar ini  terjadi sehari setelah PM Li Kegiang mengatakan Beijing tidak akan mengeluarkan stimulus jangka pendek untuk memerangi volatilitas ekonomi.

IHSG maju 50.8 poin (1.07%) ke level 4816.6  sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 10.7 poin (1.34%) ke level 814. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing turun 41.4 poin (-0.85%) dan 6.1 poin (-0.74%). 

Indeks saham di Eropa turun tajam, memperparah penurunan mingguan, karena investor menghindari saham dengan alasan valuasi yang sudah kemahalan.

Indeks saham utama di AS turun tajam Jumat lalu, dengan indeks NASDAQ turun ke bawah level 4000 dan mencatatkan penurunan selama 3 minggu beruntun setelah JPMorgan membukukan laba yang mengecewakan dan GAP mekaporkan penurunan penjualan.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika dan Eropa ditutup turun pada akhir pekan kemarin, setelah CPI China bertumbuh dibawah estimasi, meskipun PPI dan Consumer Sentiment Amerika bertumbuh diatas estimasi. Di samping itu, beberapa isu penting yang berpotensi mempengaruhi bursa Amerika Serikat (AS) dan global. Yang pertama adalah, diumumkannya data penjualan ritel dan data perumahan di Amerika Serikat (AS). Kedua data itu diproyeksikan naik di bulan Maret. Sementara itu, isu negatif lainnya datang dari Jepang, di mana kenaikan inflasi yang terlalu cepat dan tidak diimbangi dengan kenaikan household real income dikhawatirkan akan membawa risiko bagi negeri matahari terbit tersebut.

Secara teknikal IHSG rebound menguji resistance weighted di level 4818 setelah berhasil pullback support kuatnya dilevel 4750. Indikator Stochastic masih bergerak bearish namun RSI memberikan signal sedikit positif karena terdapat signal bullish reversal momentum dari area moderate osilator. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed menguat terbatas dengan range pergerakan 4753 - 4848. Saham - saham yang dapat diperhatikan ANTM, ASRI, BTPN, GJTL, JPFA, MAPI, WSKT. 

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top