Indeks saham di Asia berakhir menguat karena pelaku pasar merasa nyaman setelah mencerna naskah pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Maret lalu yang memberi gambaran bahwa pemangku kebijakan akan lebih berhati hati dalam menaikkan suku bunga serta karena investor mengabaikan data perdagangan China yang keluar mengecewakan.
Ekspor China turun 6.6% di bulan Maret, jauh di bawah estimasi pertumbuhan 4% dan menyusul penurunan drastis 10% di bulan Februari. Sementara itu, impor turun 11.3%, lebih buruk dari ekspektasi kenaikan 2.4%. Segera setelah data ini keluar, PM China mengatakan Pemerintah China tidak akan mengeluarkan stimulus jangka pendek untuk menghadapi volatlitas ekonomi jangka pendek.
Pasca pemilihan legislatif, IHSG anjlok 155.7 poin (-3.16%) ke level 4765.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terpuruk 32.7 poin (-3.91%) ke level 803.2. Investor asing menarik IDR 1,45 triliun keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa melemah, menjauh dari teritori positif yang sempat dimasukui setelah komentar lunak dari Federal Reserve.
Secara umum, saham kesulitan menentukan arah seiring melemahnya data perdagangan China, ekonomi terbesar kedua di dunia, menyusul rilis naskah pertemuan Federal Reserve yang memberi indikasi suku b8unga kana tetap rendah lebih lama dari yang diperkirakan.
Seperti perkiraan, Bank Of England mempertahankan nilai program pembelian obligasi sebesar 375 miliar Pound ($629 miliar) dan suku bungan acuan yang stabil di tingkat 0.5% sejak Maret 2009. BOE
Indeks saham utama di AS turun, dipimpin oleh aksi jual secara masif atas saham saham sektor bioteknologi dan sektor Internet, sehingga menambah kekhawatiran akan pelemahan secara menyeluruh di [asar saham.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini. Sentimen negatif datang dari China, ekspor bulan Maret turun 6,6% yoy dan impor juga anjlok hingga 11,3%, semakin mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi di negeri tirai bambu tersebut. Hal ini diakibatkan oleh karena tergelincirnya harga komoditas, seperti harga bijih besi impor yang lebih rendah 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan turunnya impor mencerminkan industri manufaktur China belum pulih. Data CPI China dan PPI Amerika yang akan rilis hari ini dapat dicermati investor.
Sedangkan dari dalam negeri, dalam jangka pendek pasar masih dipengaruhi sentimen negatif akibat hasil quick count pemilu legislatif yang kurang sesuai harapan, yaitu tidak ada partai yang bisa meraih suara 20%. Namun, kami memprediksi efek negatif tersebut hanya bersifat sementara.
Secara teknikal IHSG mampu bertahan pada support 4750 yang merupakan support trend line meskipun pada awal perdagangan IHSG gap down hingga break out support weighted. Indikator Stochastic bergerak bearish setelah kemarin sempat dead-cross serta momentum dari RSI yang bergerak bearish berada pada 51.45 osillator. Bila dilihat dari gelombangnya IHSG sedang membuat Corrections Wave A setelah menggagalkan Corrections WaveB sehingga memperpanjang motive wave 5 dengan target ideal Corrections Wave A dilevel 4680-4700 dengan asumsi bila IHSG tidak dapat bertahan pada support kuatnya di level 4750. Diprediksikan IHSG akan mencoba rebound sehingga bergerak mixed cenderung menguat terbatas sebelum akan melanjutkan pelemahannya, IHSG akan menguji resistance weighted di level 4816 dan support dilevel 4750.
Ekspor China turun 6.6% di bulan Maret, jauh di bawah estimasi pertumbuhan 4% dan menyusul penurunan drastis 10% di bulan Februari. Sementara itu, impor turun 11.3%, lebih buruk dari ekspektasi kenaikan 2.4%. Segera setelah data ini keluar, PM China mengatakan Pemerintah China tidak akan mengeluarkan stimulus jangka pendek untuk menghadapi volatlitas ekonomi jangka pendek.
Pasca pemilihan legislatif, IHSG anjlok 155.7 poin (-3.16%) ke level 4765.7 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terpuruk 32.7 poin (-3.91%) ke level 803.2. Investor asing menarik IDR 1,45 triliun keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa melemah, menjauh dari teritori positif yang sempat dimasukui setelah komentar lunak dari Federal Reserve.
Secara umum, saham kesulitan menentukan arah seiring melemahnya data perdagangan China, ekonomi terbesar kedua di dunia, menyusul rilis naskah pertemuan Federal Reserve yang memberi indikasi suku b8unga kana tetap rendah lebih lama dari yang diperkirakan.
Seperti perkiraan, Bank Of England mempertahankan nilai program pembelian obligasi sebesar 375 miliar Pound ($629 miliar) dan suku bungan acuan yang stabil di tingkat 0.5% sejak Maret 2009. BOE
Indeks saham utama di AS turun, dipimpin oleh aksi jual secara masif atas saham saham sektor bioteknologi dan sektor Internet, sehingga menambah kekhawatiran akan pelemahan secara menyeluruh di [asar saham.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini. Sentimen negatif datang dari China, ekspor bulan Maret turun 6,6% yoy dan impor juga anjlok hingga 11,3%, semakin mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi di negeri tirai bambu tersebut. Hal ini diakibatkan oleh karena tergelincirnya harga komoditas, seperti harga bijih besi impor yang lebih rendah 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan turunnya impor mencerminkan industri manufaktur China belum pulih. Data CPI China dan PPI Amerika yang akan rilis hari ini dapat dicermati investor.
Sedangkan dari dalam negeri, dalam jangka pendek pasar masih dipengaruhi sentimen negatif akibat hasil quick count pemilu legislatif yang kurang sesuai harapan, yaitu tidak ada partai yang bisa meraih suara 20%. Namun, kami memprediksi efek negatif tersebut hanya bersifat sementara.
Secara teknikal IHSG mampu bertahan pada support 4750 yang merupakan support trend line meskipun pada awal perdagangan IHSG gap down hingga break out support weighted. Indikator Stochastic bergerak bearish setelah kemarin sempat dead-cross serta momentum dari RSI yang bergerak bearish berada pada 51.45 osillator. Bila dilihat dari gelombangnya IHSG sedang membuat Corrections Wave A setelah menggagalkan Corrections WaveB sehingga memperpanjang motive wave 5 dengan target ideal Corrections Wave A dilevel 4680-4700 dengan asumsi bila IHSG tidak dapat bertahan pada support kuatnya di level 4750. Diprediksikan IHSG akan mencoba rebound sehingga bergerak mixed cenderung menguat terbatas sebelum akan melanjutkan pelemahannya, IHSG akan menguji resistance weighted di level 4816 dan support dilevel 4750.

0 comments:
Post a Comment