Indeks saham di Jepang anjlok 2.1% ke level terendah dalam 3 minggu setelah gubernur Bank Of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda memunculkan keraguan bahwa bank sentral akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat sehingga mendongkrak nilai tukar JPY.

Kuroda hari Selalu lalu menawarkan sedikit sinyal bahwa bank sentral siap meluncurkan stimulus tambahan dalam waktu dekat ini. Indeks Nikkei 225 sudah terpangkas lebih dari 5% dalam waktu 4 hari terakhir dan 12.2% di tahun 2014 ini.

Menjelang pemilihan legislatif, IHSG bergerak datar danbertahan di level 4921 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 merangkak naik 1.3 poin (0.16%) ke level 835.9. Investor asing menyuntikkan dana IDR 1,40 triliun ke dalam pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa menguat, dipimpin oleh saham saham di sektor otomotif, setelah sempat tertekan oleh aksi jual di awal minggu ini.

Namun demikian, investor terus menimbang kondisi makroekonomi menjelang awal dari musim laporan keuangan (earnings season) Kuartal I. Ekspektasiakan pertumbuhan laba cukup rendah dan valuasi saham, di AS dan Eropa, mulai dipertanyakan.

Dari rilis data ekonomi, aktifitas perdagangan Jerman keluar lebih buruk dari ekspektasi. Data resmi memperlihatkan bahwa di bulan Februari ekspor turun 1.3% dari bulan sebelumnya, lebih buruk dari ekspektasi penurunan 0.5%. Impor naik 0.4%.

Indeks saham utama di AS lompat setelah naskah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 18-19 Maret lalu memperlihatkan sikap yang lebih lunak dari yang investor harapkan.

Petinggi the Fed secara bulat sepakat untuk meninggalkan ambang batas tingkat pengangguran 6.5% sebagai indikator di mulainya pengetatan kebijakan moneter dan memberi sedikit pebcerahan mengenai apa yang mungkin memicu kenaikan suku bunga.

Muncul juga kekhawatiran di kalangan pejabat the Fed mengenai inflasi yang rendah. Saat ini Personal Consumption Expenditure (PCE) sebesar 1.5%, jauh di bawah target 2%. Ini artinya suku bunga akan tetap rendah untuk waktu yang lebih lama dan setiap kenaikan akan berjalan secara bertahap dan terukur.

Hasil hitung cepat (quick count) Pemilu Legislatif menunjukkan perolehan suara PDIP kemungkinan tidak akan memenuhi batas presidential treshold sebanyak 20%, sehingga ada kemungkinan PDIP perlu berkoalisi dengan partai lain untuk mencalonkan Jokowi dalam Pilpres mendatang. Namun, hasil quick count tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar dan diprediksi akan membawa dampak positif bagi IHSG pada perdagangan hari ini. Sedangkan dari luar negeri, Pasar Amerika dan Eropa ditutup naik kemarin setelah FOMC Meeting Minutes menyatakan bahwa kenaikan suku bunga mungkin masih akan ditunda karena masih memperhatikan tingkat pengangguran (Unemployment Rate) yang dianggap masih cukup tinggi. Sementara itu, data Trade Balance China dan Unemployment Claims Amerika yang akan dirilis hari ini dapat dicermati investor.

 Secara teknikal IHSG membentuk pola Northern star dengan potensi pembalikan arah (Reversal signal). Stochastic masih bergerak jenuh di area overbought dengan RSI berada pada overbought. Indikator ADX pun memberikan signal peringatan akan terjadi pembalikan arah ke trend negatif. Diprediksikan IHSG akan kembali bergerak mixed cenderung mengalami profit taking berkelanjutan dengan range pergerakan pada level 4900-4947.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top