Indeks saham di Asia meulai minggu perdagangan dengan penurunan menyusul anjloknya indeks saham utama di Wall Street akhir pekan lalu.

Bank Dunia atau World Bank (WB) memangkas proyeksi pertumbuhan negara berkembang di Asia Timur namun mengatakan ekonomi di kawasan tersebut kemungkinan akan mengalami pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun ke depan, di tolong oleh membaiknya pertumbuhan global dan maraknya perdagangan internasional. 

Bank Dunia (WB) memprediksi kawasan Asia Timur dan Pasifik atau East Asia And Pacific (EAP) tumbuh 7.1% di tahun 2014 dan 2015, turun dari perkiraan sebelumnya 7.2% untuk kedua tahun itu. Pertumbuhan di 2016 juga diperkirakan akan sebesar 7.1%, bertahan sedikit di bawah laju pertumbuhan 2013 yang sebesar 7.2%.

Bank Dunia (WB) meyakini perbaikan pada perdagangan internasional akan mengimbangi tantangan dari mengetatknya pasar finansial global.  

Bank Dynia (WB) menurunkan proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi China di tahun 2014 menjadi 7.6%, dari seebelumnya 7.7%. Pertumbuhan ekonomi China di tahun 2015 masih diramalkan sebesar 7.5%, sedikit lebih rendah dari pertumbuhan aktual 7.7% di tahun 2013.

IHSG lompat 63.1 poin (1.30%) dan di tutup di level 4921 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terbang 14.5 poin (1.77%) ke level 834.6. Investor asing menyuntikkan dana IDR 1,57 triliun ke dalam pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa turun, tertekan oleh aksi jual di Wall Street yang menyeret indeks NASDAQ mencatatkan penurunan terparah dalam 2 bulan.

Dari sisi data ekonomi, Industrial Production Jerman untuk bulan Februari tumbuh 0.4% dari bulan sebelumnya, melebihi ekspektasi kenaikan 0.3%.

Indeks saham utama di AS turun selama 3 hari beruntun, mendorong indeks S&P 500 ke dalam territori negatif untuk tahun ini, karena investor melepas aset aset yang berkinerja baik di tahun 2013 dan mencari aset aset yang mempunyai nilai lebih baik. 

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Kami memprediksi adanya potensi aksi profit taking setelah kenaikan yang cukup tinggi pada Senin (7/4) kemarin akibat sentimen positif pemilu. Laporan Bank Dunia menunjukkan negera berkembang di Asia Timur akan tumbuh 7,1% pada tahun ini, hanya melambat 0,1% jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu. Namun, Asia Timur tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan tertinggi di dunia. 
Keputusan mengenai BI rate yang akan dirilis hari ini patut untuk dicermati investor. Kami memprediksikan BI rate akan dipertahankan di level 7,5% dengan mempertimbangkan kondisi neraca perdagangan yang masih defisit dan risiko likuiditas akibat rencana kenaikan suku bunga acuan di AS.
Dari luar negeri, bursa Amerika dan Eropa ditutup turun kemarin setelah kembali terjadi konflik di Ukraina, dimana prajurit Rusia menembak mati prajurit Ukraina di Crimea. Data mengenai pembukaan lapangan kerja baru (JOLTS Jobs Opening) dari Amerika hari ini patut menjadi perhatian investor.

Secara Teknikal, IHSG bergerak berhasil break out dengan Resistance dan Double top dilevel 4912 berpeluang melanjutkan penguatan namun Indikator stochastic yang bergerak jenuh di area overbought memberikan signal yang mengkhawatirkan dengan momentum yang sudah terlihat mahal pada indikator RSI dan William %R selain itu posisi IHSG telah mencapai upper band dengan kecenderungan akan pullback dan reversal ke lower band dari indikator Bollinger bands. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung terkoreksi terbatas dengan range pergerakan 4872 - 4950. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain AALI, AKRA, ICBP, JPFA, MASA.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top