Indeks saham di Asia bergerak mixed akhir pekan lalu dengan investor enggan mengambil posisi menjelang rilis data Non-Farm Payrolls AS. Dengan tidak adanya rilis data ekonomi di Asia, pergerakan indeks di kawasan ini tidak banyak berubah.

Data Non-Fram Payrolls bulan Maret akan menjadi ujian besar bagi argumen yang mengatakan bahwa pelemahan aktifitas ekonomi di bulan Januari dan Februari adalah akibat dari cuaca buruk dan pemulihan masih berada di jalur yang benar.

Di Eropa, bank sentral Eropa (ECB) belum mengambil tindakan baru seperti yang diperkirakan banyak pihak, namun Presiden Mario Draghi bersusah payah menekankan kesediaan bank sentral untuk bertindak jika inflasi tetap rendah.

Lebih penting lagi, Draghi mengumumkan bahwa Dewan Gubernur secara aklamasi setuju untuk menggunakan kebijakan yang tidak biasa (unconventional) jika diperlukan. Ini menandakan perubahan besar karena sejumlah negara, terutama Jerman, selama ini selalu menentang langkah langkah seperti Quantitative Easing.

IHSG melemah 33.4 poin (-0.68%) dan di tutup di level 4857.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 kehilangan 8.7 poin (-1.05%) ke level 820.1. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing bertambah 89.7 poin (1.88%) dan 20.6 poin (2.57%). Investor asing Jumat lalu menarik IDR 41.2 miliar ke luar dari pasar saham domestik, mengurangi total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR 3,99 triliun.

Indeks saham di Eropa fitutup, pada teritori positif setelah beredarnya rumor bahawa bank sentral Eropa (ECB) sedang merancang program Quantitative easing senilai 1 triliun Euro dan setelah data pasar tenaga kerja AS jekuar sedikit lebih rendah dari estimasi.

Indeks saham utama di AS turun tajam, setelah aksi jual atas saham saham momentum seperti saham saham perusahaan bioteknologi dan perusahaan internet, sehingga menekan indeks NASDAQ mencatatkan kinerja harian terburuk dalam 2 bulan.

Data Non-Farm Payrolls memperlihatkan ekonomi AS menciptakan 192,000 lapangan kerja di bulan Maret menyusul pembukaan 197,000 lapangan kerja di bulan Februari. Tingkat Pengangguran tetap sebesar 6.7% seiring semakin banyaknya orang yang kembali aktif mencari kerja.

IHSG diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini menyusul dirilisnya data-data dari AS seperti Nonfarm Payrolls Maret 2014 yang menurun dari 197K menjadi 192K dan Unemployment Rate (tingkat pengangguran) yang masih di bawah estimasi. Akan tetapi, hal ini menunjukkan bahwa ekonomi AS relatif stabil dan cuaca buruk tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian AS. Sementara dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur BI mengenai BI rate besok menjadi agenda yang dinanti pelaku pasar dalam negeri dan kami memprediksi BI rate akan dipertahankan di level 7,5%, mengingat bahwa Indonesia masih berjuang mengatasi defisit neraca perdagangan, serta adanya risiko The Fed yang akan menaikkan suku bunga yang berpotensi menyebabkan capital outflow.

Secara teknikal IHSG kembali pullback pada resistance 4900 dan membentuk pola bearish engulfing yang merupakan signal negatif. Indikator Stochastic bergerak negatif setelah dead-cross di area overbought dengan momentum yang cukup bearish dari RSI dan William %R. Diprediksikan IHSG akan bergerak melemah dengan range pergerakan 4800-4870, Penurunan IHSG diperkirakan akan menguji level support 4810 dengan target 4750 pada minggu ini. Saham yang dapat diperhatikan ICBP, INTA dan MASA.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top