Mayoritas indeks saham di Asia menguat setelah membaiknya sentimen investor karena data ekonomi AS yang keluar positif serta mini stimulus yang dikeluarkan Pemerintah China.Dewan Negara China (China State Council) menyatakan hari Rabu kemarin bahwa Pemerintah China meningkatkan belanja infrastruktur, terutama dalam bentuk rel kereta api dan perumahan serta menawarkan keringanan pajak bagi sektor UKM. Akan tetapi, analis berharap stimulus yang lebih besar dan dalam bentuk pelonggaran kebijakan moneter, seperti penurunan Giro Wajib Minimum (GWM).
Investor juga memperhatikan kemungkinan kebijakan stimulus baru dari bank sentral Eropa (ECB) ketika mengumumkan suku bunga acuan pada pertemuan Kamis malam.
IHSG menguat 21.1 poin (0.43%) dan di tutup di level 4891.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 4.7 poin (0.58%) ke level 828.8. Investor asing mengguyur dana sebesar IDR1,20 trilium ke dalam pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa naik tipis setelah Gubernur bank sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengatakan pembuat kebijakan bersikap terbuka terhadap ide ide pelonggaran kebijakan moneter.
Mario Draghi menyatakan bahwa ECB berkomitmen menggunakan kebijakan moneter yang tidak biasa (unconventional), jika diperlukan, untuk memastikan inflasi yang rendah tidak berlangsung terlalu lama. Beliau mengkonfirmasi bahwa semua langkah, termasuk Quantitative Easing, sudah di diskusikan oleh Dewan Gubernur.
Indeks saham utama di AS bergerak keluar masuk teritori negatif sepanjang sesi perdagangan dan berakhir dengan penurunan tipis, menghentikan kenaikan trend kenaikan selama 4 hari beruntun menjelang rilis data ekonomi penting, Non-Farm Payrolls malam nanti.
IHSG diperdiksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen negatif datang dari China, hutang China diprediksi bertumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ekonominya hingga 2016. Rasio gabungan hutang pemerintah, korporasi dan rumah tangga dibanding GDP diprediksi akan mencapai 236,5% di 2016 dan akan mencapai puncak di 2018-2019. Hal ini patut diwaspadai mengingat bahwa di tahun 2014 China diprediksi akan mengalami perlambatan ekonomi. Beberapa data ekonomi penting yang akan dirilis hari ini seperti Trade Balance, Unemployment Claims, dan Indeks Non Manufaktur dari Amerika patut untuk dicermati investor.
Sedangkan dari dalam negeri, Menkeu mengkhawatirkan kuota BBM Bersubsidi yang bisa jebol, sehingga ada kemungkinan BBM akan dinaikkan tahun ini, sementara Gubernur BI memperkirakan defisit neraca transaksi dapat mencapai 3% pada tahun ini. Melihat hal tersebut, kami memprediksi BI rate relatif sulit untuk diturunkan dari level 7,50%.
Secara teknikal IHSG kembali menguji resistance double topnya berada pada level 4900 namun Indikator Stochastic berindikasi akan terjadi dead-cross pada area overbought dengan momentum RSI dan William %R yang mulai jenuh di osilator overbought. Peluang penguatan IHSG sangat terbatas sehingga diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 4850-4900.
0 comments:
Post a Comment