Inflasi Indonesia yang mengalami penurunan sebesar 0.08%, Penurunan tersebut 0.1% lebih rendah dari angka yang diprediksikan oleh Bank Indonesia. Indikasi yang cukup baik untuk prekonomian Indonesia pada bulan april ini menyambut musim pemilu. Selain Inflasi Neraca perdanganan Indonesia pun berhasil berada pada posisi positif dengan surplus sebesar $785.3 Juta dengan posisi pertumbuhan ekspor dan penurunan impor. meskipun demikian tercatat pada pada periode tersebut Impor minyak dan Gas Indonesia tumbuh 3.6%.
Chart diatas adalah Chart Candlestick berperiode Weekly / Mingguan, Secara teknikal IHSG bergerak di phase yang cukup mengkhawatirkan, Pola yang telah terbentuk adalah Bearish Gartley Harmonic pattern pola ini merupakan indikasi signal bearish untuk IHSG dengan target ideal berada pada level 4400 dengan konfirmasi bila break out support 1 dilevel 4700 dan support 2 di 4550. Indikator Stochastic juga bergerakan bearish pada area overbought setelah dead-cross yang terjadi pada awal bulan Maret dan Indikator RSI momentumnya terus bergerak memasuki area overbought. Jika kita analisa lebih sempit IHSG pada chart weekly ini membentuk pola Doubel top dengan resistance pada level 4900. Diprediksikan IHSG pada bulan April turun dengan kisaran range pergerakan 4905 - 4550.
Disclaimer on
Lanjar Nafi
0 comments:
Post a Comment