Manufaktur Indonesia di bulan Februari lebih lambat seiring dengan lemahnya pertumbuhan pesanan baru (new orders) dan memburuknya waktu pengantaran dari pemasiok akibat adanya gangguan. Inflasi Indonesia di bulan Februari mereda ke level terendah dalam 8 bulan seiring turunnya harga bahan makanan. Perkiraan Penurunan BI rate oleh Bank Indonesia akan sedikit menumbuhkan kepercayaan investor terhadap tumbuhnya perekonomian Indonesia.


Pada Candle mingguan IHSG memberikan signal cukup buruk pada minggu terakhir dibulan february dengan membentuk pola Hanging man yang merupakan indikasi pembalikan arah trend harga. Indikator Stochastic bergerak dead-cross di area overbought disertai momentum RSI, CCI dan William %R yang memberikan signal negatif dimana posisi IHSG akan dibayang - bayangi oleh kejenuhan akan pembelian. Diperkirakan support resistance pergerakan IHSG berada pada bulan maret ini sekitar 4410 - 4735. Signal konfirmasi bila IHSG tidak mampu bertahan diatas support MA7 di sekitar level 4540 maka berpotensi besar terjadinya koreksi.


Bila dilihat dari trend pergerakan IHSG dibulan maret dari 1998 - 2013, trend pergerakan cukup positif mampu terus menghasilkan keuntungan dari tahun 2009 - 2013 namun keuntungan tersebut mengalami pengkoreksian seakan bergerak kembali menuju support trendnya pada level -5.00%. Signal konfirmasi berada bila IHSG sudah tak mampu lagi menghasilkan keuntungan atau berada di presentase dibawah 0 maka IHSG dapat menutup bulan maret 2014 ini dengan raihan -3.00% sampai  -5.00%. adapun rata keuntungan dalam persen dibulan maret selama 1998 - 2013 berada pada level 2.70%.


Disclaimer on
Lanjar Nafi

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top