Indeks saham di Asia menguat dan aset safe haven seperti JPY berada dalam posisi defensif menyusul pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang meredakan rasa takut atas konflik militer di Ukrania.
Sidang tahunan parlemen China (National People’s Congress) yang di mulai hari Rabu juga turut mengangkat sentimen.
Aktifitas sektor Jasa (Services) di bulan Februari rebound dari level terendah dalam 2,5 tahun di bulan sebelumnya, memberi konfirmasi pada data lain yang memperlihatkan geliat di sektor Jasa (Services) meskipun di tenga kelesuan sektor manufaktur.
Data HSBC/Markit Services Purchasing Managers’ Index (PMI) naik ke level 51dari 50.7, di dorong oleh lonjakan pesanan baru (new orders). Kenaikan ini sejakan dengan data resmi Non-manufacturing PMI. Di rilis awal minggu ini, yang memperlihatkan aktifitas mencapai level tertinggi dalam 3 bulan dan bertolak belakang dengan 2 survei aktifitas sektor manufaktur yang menunjukkan penurunan.
IHSG lompat 57.9 poin (1.26%) dan di tutup di level 4659.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terbang 10.6 poin (1.37%) ke level 783.1. namun, investor asing mencatatkan Net Buy sebesar IDR816.1 miliar.
Indeks saham di Eropa turun tipis setelah investor menimbang pelemahan data ekonomi AS dan fokus pada pertemuan kebijhakan bank sentral Eropa (ECB) hari Kamis ini.
Secara umum investor fokus pada ekonomi zona Euro. Penjualan Ritel di zona Euro tumbuh 1.6% di bulan Januari, lebih baik dari ekspektasi, di dorong oleh pesatnya penjualan di sektor non-makanan. Estimasi kedua pertumbuhan GDP memberi konfirmasi bahwa ekonomi zona Euro ekspansi 0.3% di Kuartal IV 2013.
Indeks saham utama di AS bergerak datar (flat) dan berakhir turun karena investor memonitor perkembangan di Ukrania dan mengabaikan data data ekonomi AS uamh di anggap terdistorsi oleh cuaca musim dingin.
Laporan ekonomi (Beige Book) Federal Reserve memberi konfirmasi bahwa cuaca ekstrim selama musim dingin telah mempengaruhi aktifitas ekonomi.
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Meredanya ketegangan antara Ukraina dan Rusia berpotensi membawa sentimen positif bagi market global. Serta, tren ekonomi global yang diprediksi semakin membaik di 2014 ini juga membuat kondisi pasar semakin stabil. Pemerintah AS mengestimasikan PDB tahun ini berekspansi 3,1% dibandingkan 1,9% tahun lalu dan tingkat pengangguran 2014 rata-rata diprediksi 6,9%, dibandingkan rata-rata tahun lalu yang sebesar 7,4%. Zona Euro juga menunjukkan pembaikan. Pembaikan ekonomi global ini bisa membawa sentimen positif bagi emerging market seperti Indonesia dengan meningkatkan kinerja ekspor. Di samping itu, menurut laporan BofA Merill Lynch, Asia Tenggara menggeser Tiongkok sebagai tujuan utama FDI sepanjang 2013. Hal ini bisa berlanjut, mengingat negara-negara Asia Tenggara memiliki bonus demografi di masa yang akan datang.
Secara teknikal IHSG berpotensi membentuk double top bila hari kamis ini tidak mampu menembus level 4665. Indikator Stochastic masih bergerak bullish menuju area overbought dengan momentum yang berada di 64.73 osilator RSI mengindikasikan pergerakan jenuh beli akan membayangi IHSG dalam waktu dekat. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan range pergerakan 4634-4685. Saham yang dapat diperhatikan antara lain ANTM, BBRI, MTLA, ACES.

0 comments:
Post a Comment