
Mayoritas indeks saham di Asia berakhir menguat, dengan pelaku pasar memfokuskan diri pada rilis data Non-Farm Payrolls AS Jumat nanti dan pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) Kamis malam.
Kabar bahwa terdapat kemungkinan terjadi kasus gagal bayar (default) untuk pertama kali di China dan bank sentral China (PBOC) akan menarik sekitar 70 miliar Yuan minggu ini untuk menghindari kelebihan likuiditas di pasar sempat menekan sentimen pada awal sesi perdagangan.
Investor juga berspekulasi tentang apakah ECB akan lebih melonggarkan kebijakan pada akhir pertemuan kebijakan yang berlangsung Kamis malam.
Pada hari Rabu, pejabat IMF meminta ECB untuk mulai membeli aset publik maupun swasta atau memperpanjang fasilitas pinjaman bagi perbankan serta penurunan suku bunga ke tingkat yang lebih rendah.
IHSG naik 28.7 poin (0.62%) dan di tutup di level 4687.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 5.5 poin (0.70%) ke level 788.5. namun, investor asing memompa IDR621.8 miliar je dalam pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa ditutup hampir tidak berubah (flat) setelah Presiden bank sentral Eropa (ECB) Mario Draghi tidak menawarkan kebijakan baru untuk memerangi inflasi yang rendah di zona Euro.
Seperti yang diperkirakan, ECB mempertahankan suku bunga acuan Refinancing Rate dan suku bunga deposit masing masing pada 0.25% dan 0%. Sementara Bank Of England (BOE) menahan suku bunga acuan di 0.5%.
Mayoritas indeks saham utama di AS naik, mendorong indeks S&P 500 ditutup di level tertinggi, setelah data Initial Jobless Claims turun ke level terendah dalam 3 bulan, menjelang rilis data Non0Farm Payrolls hari Jumat.
Namun, penirinan tajam harga saham di sektor bioteknologi menyeret indeks NASDAQ berakhir di teritori negatif. Selain dari data ekonomi, pidato dari beberapa pejabat tinggi Federal Reserve juga mencuri perhatian investor.
Sentimen positif dari luar maupun dalam negeri diprediksi membuat IHSG akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Dari luar negeri, harga minyak menurun menuju ke bawah US$ 100, diakibatkan karena stok minyak di AS naik dan konflik Ukraina mereda. Keputusan ECB (European Central Bank) dan BoE (Bank of England) untuk menahan suku bunga acuan, sehingga hal ini mengindikasikan kondisi Zona Euro relatif stabil. Sedangkan dari dalam negeri, RI-Korsel melakukan perjanjian kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement. Hal ini ditujukan agar hubungan ekspor-impor kedua negara tersebut tidak lagi terpengaruh oleh fluktuatif USD. Korsel saat ini berada di urutan ke-5 untuk tujuan ekspor dan ke-6 untuk impor.
Secara teknikal IHSG sedang membentuk wave 5 dari motive wave dengan target ideal pada level 4750. Indikator Stochastic bergerak bullish di area overbought belum adanya indikasi dead-cross dengan momentum RSI yang bergerak positif mencapai 66.70 range osilator. Pada pergerakan bullish ini IHSG terus dibayangi kejenuhan dalam membeli sehingga disarankan untuk investor membuat target stop position untuk merealisasikan keuntungannya. Diprediksikan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan range pergerakan 4667 - 4708. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain BKSL, BORN, LPKR, MASA.
0 comments:
Post a Comment