Di tengah pulihnya tingkat kepercayaan investor seiring dengan membaiknya data ekonomi AS dan meredanya krisis di Ukrania, indeks saham di Asia, selain China, naik di dorong oleh harapan adanya kebijakan stimulus yang baru di Eropa dan China.

Pejabat bank sentral Eropa (ECB) Selasa lalu mengatakan ECB belum mengesampingkan kemungkinan keluarnya stimulus tambahan untuk menopang pertumbuhan ekonomi zona Euro yang sedang perlahan lahan keluar dari krisis utang. Sementara itu, prospek penurunan Giro wajib Minimum (GWM) oleh bank sentral China (PBOC) tetap mejadi pusat perhatian pasca rilis data awal Manufacturing PMI bulan Maret China hari Senin lalu yang ternyata keluar mengecewakan.
IHSG menguat 25.1 poin (0.53%) dan di tutup di level 4728.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 maju 5.1 poin (0.64%) ke level 793.1. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR107.7 miliar.

Indeks saham di Eropa menguat di tengah harapan bank sentral Eropa (ECB) dan bank sentral China (PBOC) dapat menyediakan stimulus moneter untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Presiden Bundesbank Jens Weidmann, yang juga anggota Dewan Gubernur ECB, mengatakan pada wartawan bahwa program pembelian aset (Quantitative Easing) belum di kesampingkan sama sekali di tnegah usaha ECB memerangi inflasi yang rendah.

Wacana ini muncul pada saat Federal Reserve sedang mengurangi jumlah program stimulusnya setiap bulan.

Indeks saham utama di AS turun dipicu aksi jual pada pertengahan sesi perdagangan ketika Presiden AS Barack Obama, dalam podatonya di Brussels, meminta sanksi ekonomi yang lebih ketat atas Rusia karena telah menganeksasi Crimea.

Permintaan atas barang tahan lama buatan AS rebound lebih cepat dari ekspektasi di bulan Februari, memberikan bukti baru ekonomi sudah meninggalkan kelesuan selama musim dingin. Data Durable Goods Orders tumbuh 2.2%, mengakhiri penurunan selama 2 bulan beruntun seiring dengan meningkatnya permintaan di semua kategori barang.

IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pasar Amerika ditutup turun kemarin, setelah Presiden Obama dan Uni Eropa merencanakan untuk mengambil langkah lanjutan apabila Russia masih mengintervensi masalah dalam negeri Ukraina. Namun sebelumnya, Pasar Eropa ditutup naik setelah merebaknya ekspektasi stimulus tambahan dari Bank Sentral Eropa dan China setelah dirilisnya serangkaian data ekonomi yang kurang memuaskan.
Data Unemployment Claims dan Pending Home Sales dari Amerika yang akan dirilis hari ini dapat menjadi perhatian investor.
Sementara dari dalam negeri, sentimen cenderung positif karena BI memprediksi bahwa inflasi Maret 2014 cenderung terkendali di 0,1%, sehingga year on year b isa turun 7,7% bulan ini. Hal ini diharapkan bisa mendongkrak kinerja IHSG.

IHSG bergerak pada zona positif bila dilihat dari sisi Teknikal. Indikator Stochastic yang memberikan signal bullish di iringi dengan momentum positif dari RSI. IHSG sedang mencoba golden-cross dengan Resistance Weighted pada level 4735 dan target pertama dari corrections wave B di level 4750 Jika level ini tercapai dan berhasil tutup di atasnya target selanjutnya berada pada 4800 yang merupakan target ideal dari corrections wave B. Diperkirakan IHSG akan kembali bergerak menguat dengan range pergerakan 4709 - 4764. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain ACES, BBNI, BBCA, BTPN, EXCL, INDF, ROTI.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top