Indeks saham di Asia berakhir mixed karena investor mencemaskan sanksi ekonomi yang lebih berat terhadap Rusia.
Rabu lalu Ukrania dan IMF melakukan pembicaraan tentang dana talangan (bailout) pada saat para pemimpin Uni Eropa, bersama dengan Presiden AS Barack Obama, mengatakan mereka sedang mempersiapkan sanksi yang lebih berat terhadap Moskow yang dapat dijatuhkan jika Rusia mengambil langkah lebih lanjut untuk menciptakan destabilisasi di Ukrania.
Sentimen waspada juga muncul menjelang implementasi kenaikan pajak penjualan di Jepang mulai minggu depan, yang menurut banyak analis akan memberi hantaman pada belanja konsumen.
Indeks saham di China turun tajam dipicu ketakutan tentang likuiditas setelah bank sentral China (PBOC) mengeringkan dana dari pasar pada hari Kamis kemarin, sehingga mendorong suku bunga di pasar uang naik. Suku bunga acuan Repo 7 hari mencapai 4.8%, naik hampir 1% dari penutupan hari Rabu.
IHSG terpangkas 5.2 poin (-0.11%) dan di tutup di level 4723.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyusut 1.8 poin (-0.23%) ke level 791.3. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR11.8 miliar.
Indeks saham di Eropa bergerak mixed, dengan pelemahan harga komoditas menekan saham sektor pertambangan sementara saham sektor perbankan tertekan oleh keputusan baru Federal Reserve.
Perbankan Eropa terpukul oleh keputusan dari Federal Reserve yang menolak rencana sejumlah bank untuk menaikkan dividen dan melakukan pembelian kembali saham (buyback). Federal Reserve menolak rencana Citigroup untuk melakukan buyback senilai $6.4 miliar, dengan alasan citigroup tidak siap menghadapi potensi krisis berikutnya. Bank lain yang rencananya juga di tolak adalah HSBC, RBS dan Santander.
Indeks saham utama di AS turun setelah sejumlah data ekonomi melukiskan kondisi pasar tenaga kerja yang semakin membaik sementara menggambarkan ekonomi di akhir tahun lalu ekspansi lebih lambat dari ekspektasi.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini. Sentimen global mixed cenderung negatif, bursa AS ditutup menurun kemarin setelah data Final GDP dan Pending Home Sales tercatat di bawah ekspektasi. Hal ini juga memunculkan spekulasi akan melemahnya kinerja emiten pada kuartal I ini dikarenakan faktor cuaca buruk. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memutuskan untuk menyediakan pinjaman pada Ukraina sampai US$ 18 miliar. Dana yang akan dikucurkan dalam dua tahun mendatang ini diharapkan dapat membantu Ukraina menghindari gagal bayar utang.
Sedangkan dari dalam negeri, sentimen cenderung positif, beberapa pengamat ekonomi memperkirakan inflasi Maret akan lebih rendah dari 1%, bahkan bisa lebih rendah dari bulan sebelumnya.
Namun dari segi teknikal IHSG terkonsolidasi masih menguji Resistance Weighted dilevel 4736 dan target pertama corrections wave B. Indikator Stochastic masih memberikan signal bullish dengan momentum yang bergerak positif dari RSI. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat dengan range pergerakan 4708-4773. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain ASRI, BKSL, ICBP, KIJA, PTBA, SSIA.
Rabu lalu Ukrania dan IMF melakukan pembicaraan tentang dana talangan (bailout) pada saat para pemimpin Uni Eropa, bersama dengan Presiden AS Barack Obama, mengatakan mereka sedang mempersiapkan sanksi yang lebih berat terhadap Moskow yang dapat dijatuhkan jika Rusia mengambil langkah lebih lanjut untuk menciptakan destabilisasi di Ukrania.
Sentimen waspada juga muncul menjelang implementasi kenaikan pajak penjualan di Jepang mulai minggu depan, yang menurut banyak analis akan memberi hantaman pada belanja konsumen.
Indeks saham di China turun tajam dipicu ketakutan tentang likuiditas setelah bank sentral China (PBOC) mengeringkan dana dari pasar pada hari Kamis kemarin, sehingga mendorong suku bunga di pasar uang naik. Suku bunga acuan Repo 7 hari mencapai 4.8%, naik hampir 1% dari penutupan hari Rabu.
IHSG terpangkas 5.2 poin (-0.11%) dan di tutup di level 4723.1 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyusut 1.8 poin (-0.23%) ke level 791.3. Investor asing membukukan Net Buy sebesar IDR11.8 miliar.
Indeks saham di Eropa bergerak mixed, dengan pelemahan harga komoditas menekan saham sektor pertambangan sementara saham sektor perbankan tertekan oleh keputusan baru Federal Reserve.
Perbankan Eropa terpukul oleh keputusan dari Federal Reserve yang menolak rencana sejumlah bank untuk menaikkan dividen dan melakukan pembelian kembali saham (buyback). Federal Reserve menolak rencana Citigroup untuk melakukan buyback senilai $6.4 miliar, dengan alasan citigroup tidak siap menghadapi potensi krisis berikutnya. Bank lain yang rencananya juga di tolak adalah HSBC, RBS dan Santander.
Indeks saham utama di AS turun setelah sejumlah data ekonomi melukiskan kondisi pasar tenaga kerja yang semakin membaik sementara menggambarkan ekonomi di akhir tahun lalu ekspansi lebih lambat dari ekspektasi.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini. Sentimen global mixed cenderung negatif, bursa AS ditutup menurun kemarin setelah data Final GDP dan Pending Home Sales tercatat di bawah ekspektasi. Hal ini juga memunculkan spekulasi akan melemahnya kinerja emiten pada kuartal I ini dikarenakan faktor cuaca buruk. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memutuskan untuk menyediakan pinjaman pada Ukraina sampai US$ 18 miliar. Dana yang akan dikucurkan dalam dua tahun mendatang ini diharapkan dapat membantu Ukraina menghindari gagal bayar utang.
Sedangkan dari dalam negeri, sentimen cenderung positif, beberapa pengamat ekonomi memperkirakan inflasi Maret akan lebih rendah dari 1%, bahkan bisa lebih rendah dari bulan sebelumnya.
Namun dari segi teknikal IHSG terkonsolidasi masih menguji Resistance Weighted dilevel 4736 dan target pertama corrections wave B. Indikator Stochastic masih memberikan signal bullish dengan momentum yang bergerak positif dari RSI. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung menguat dengan range pergerakan 4708-4773. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain ASRI, BKSL, ICBP, KIJA, PTBA, SSIA.

0 comments:
Post a Comment