Mayoritas indeks saham di Asia melemah dengan investor masih mengamati krisis Ukrania dan menjelang berakhirnya pertemuan kebijakan Federal Reserve.

Pada pertemuan kebijakan pertama yang dipimpin Ketua baru Federal Reserve Janet Yellen, the Fed diyakini akan terus mengurangi program pembelian aset sebesar $10 miliar setiap bulan. Selain itu, the Fed juga diperkirakan akan merubah pandangan ke depan (forward guidance) dalam pernyataan kebijakan pada Rabu malam.

Ketakutan atas krisis real estate di China mendominasi perdagangan di Asia setelah pengembang properti Zhejiang Xingrun dilaporkan gagal bayar atas utangnya, kurang dari dua minggu setelah terjadinya kasus gagal bayar (default) korporasi pertama di China.

IHSG naik 15.8 poin (-0.33%) dan di tutup di level 4821.5 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 2.9 poin (0.36%) ke level 815.3. Investor asing menyuntikkan IDR1,18 triliun ke dalam pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa berakhir melemah tipis, dengan downgrade saham di sektor pertambangan dan perbankan menahan pergerakan naik indeks menjelang pengumuman kebijakan moneter oleh Federal Reserve.

Investor juga mencerna data pasar tenaga kerja Inggris, yang mencakup penurunan pada Jobless Claims dan Tingkat Pengangguran yang stabil di 7.2%. Secara terpisah, nasdag dari pertemuan kebijakan Bank Of England yang berlangsung awal bulan ini memperlihatkan pejabat BOE memilih secara aklamasi untuk mempertahankan kebijakan moneter.

Indeks saham utama di AS turun dan imbal hasil (yield) dari obligasi naik setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan kenaikan suku bunga dapat terjadi dalam 6 bulan setelah Tapering atau berhentinya program pembelian obligasi oleh the Fed.

FOMC memutuskan untuk kembali mengurangi pembelian obligasi senilai $10 miliar bulan ini dan merubah cara mentargetkan pengangguran dan inflasi untuk menentukan suku bunga jangka pendek. Program pembelian obligasi oleh the Fed diperkirakan akan berakhir bulan Oktober atau November, membentuk opini nahwa kenaikan suku bunga yang pertama berpotensi terjadi di bulan April atau Mei 2015.

IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Para investor masih menunggu hasil rapat The Fed mengenai pengurangan stimulus dan kebijakan suku bunga. Menurut survei Bloomberg, sebanyak 76% ekonom memprediksi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di level rendah sampai kondisi perekonomian meningkat. Sedangkan mengenai pengurangan stimulus kemungkinan besar akan dilakukan, sehingga pembelian obligasi pemerintah dan swasta oleh The Fed menjadi Us$ 55 miliar per bulan. Dow Jones pada penutupan terakhir ditutup melemah 0,7% di level 16.222,17 dan S&P500 juga turun sebesar 0,61% di level 1.860,77.

Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi. Indikator Stochastic masih bergerak bearish dari area overbought dengan kondisi bearish momentum dari RSI. Jenuhnya pergerakan berpotensi membuat dead-cross MACD line dengan signal line diarea jenuh beli serta terus menurunnya histogram membuat Indikator MACD bersiap - siap memberikan signal negatif. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 4791-4847.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top