Indeks saham di Asia menguat seiring meredanya ancaman konflik militer di Ukrania, meskipun kenaikan indeks dibatasi oleh antisipasi pertemuan FOMC minggu ini.

AS dan Uni Eropa menjatuhkan 11 sanksi atas pejabat Rusia dan Ukrania, tidak termasuk Presiden Ruisa Vladimir Putin, pasca referendum di Crimea. Putin dijadwalkan rapat dengan Parlemen Rusia Selasa malam untuk membahas penggabungan Crimea ke dalam Federasi ruisa seharai setelah Putin menandatangani dekrit yang mengakui Crimea sebagai sebuah negara berdaulat.

China menarik $19.3 miliar investasi langsung asing (Foreign Direct Investment) di dua bulan pertama tahun 2014, naik 10.4% (Y/Y), indikasi perlambatan tajam di bulan Februari akibat hari raya Tahun Baru China. FDI di bulan Februari sendiri mencapai $8.6 miliar, tumbuh 4.1% (Y/Y), turun tajam dari pertumbuhan 16.1% di bulan Januari.

IHSG anjlok 70.6 poin (-1.45%) dan di tutup di level 4805.6 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 terpuruk 16 poin (-1.93%) ke level 812.4. Investor asing menyuntikkan IDR822.3 miliar ke dalam pasar saham domestik.

Indeks saham di Eropa berubah arah dan ditutup naik setelah Presiden Rusia Vladimir putinmemberi sinyal negaranya tidak ingin memecah belah Ukrania, sehingga sedilit meredakan ketegangan.

Zona Euro mencatatkan surplus perdagangan di bulan Januari, indikasi bahwa pemulihan ekonomi di kawasan itu terus berlangsung di awal tahun ini. Surplus perdagangan zona Euro juga melonjak selama tahun 2013, hampir tumbuh dua kali lipat menjadi 153 miliar Euro ($213 miliar) dari 79.9 miliar Euro di tahun 2012.

Indeks saham utama di AS naik, dengan indeks S&P 500 tutup sedikit di bawah rekor tertingginya seiring dengan meredanya kekhawatiran bahwa aneksasi wilayah Crimea oleh Rusia akan berujung pada konflik militer dalam jangka menengah.

Data Housing Starts di AS turun tipis di bulan Februari sementara Counsumer Price Index (CPI) juga naik di dorong oleh semakin tingginya harga bahan makanan dan perumahan. Namun secara umum inflasi masih terkendali.

Jokowi efect tampaknya tidak bertahan lama, sehingga IHSG diprediksi akan mengalami penurunan pada perdagangan hari ini karena masih dibayangi oleh aksi profit taking. Sentimen pasar mixed cenderung negatif, diprediksi akan dipengaruhi oleh keputusan The Fed mengenai suku bunga dan kebijakan moneternya, yang diprediksi akan melanjutkan pengurangan paket stimulusnya. Data Departemen Perdagangan Amerika menunjukkan industri perumahan mulai menuju ke kondisi yang lebih stabil di Februari. Di lain sisi, investasi di China mulai menunjukkan perlambatan. Foreign direct investment (FDI) bulan Februari 2014 menurun menjadi USD8,6miliar dari USD10,76 miliar di Januari 2014. Perekonomian Rusia juga menunjukkan tanda-tanda krisis dan adanya sanksi AS dan Uni Eropa atas dukungan Rusia terhadap Crimea diprediksi akan menambah beban Negeri Beruang Merah tersebut.
Sedangkan dari dalam negeri, ekspor Februari 2014 diprediksi merosot akibat implementasi kebijakan pemerintah mengenai larangan ekspor produk mineral pertambangan atau iron ore yang dimulai pertengahan Januari 2014 lalu. Sementara itu, Bank Dunia menyatakan subsidi BBM berpotensi membengkak hingga Rp 250 triliun jika mempertahankan harga BBM bersubsidi di Rp 6.500/liter. Hal ini bisa mengancam kesehatan anggaran negara dan mendongkrak utang pemerintah.

Secara teknikal IHSG terlihat bearish setelah Indikator Stochastic dead-cross dengan momentum yang bearish di area overbought dari indikator RSI sehingga peluang melanjutkan pengkoreksiannya cukup besar dengan target 4750 yang merupakan target pertama corrections wave A dan Bearish AB=CD pattern. bila IHSG tidak dapat bertahan dilevel ini target selanjutnya berada pada kisaran 4655 yang merupakan toleransi maksimum bullish trend dan target ideal corrections wave A. Diprediksikan IHSG akan bergerak melemah jika terjadi false break channeling uptrendnya dilevel 4795. Range pergerakan IHSG berada pada level 4750 - 4867. saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain INDY, HEXA, ANTM, BWPT, EXCL, MNCN.

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top