Indeks saham di Asia mengawali minggu perdagangan dengan pergerakan mixed setelah negara negara barat mengeluarkan peringatan jatuhnya sanksi atas Rusia menyusul hasil referendum Crimea dimana mayoritas penduduk, seperti yang telah diduga, memilih untuk berpisah dari Ukrania.
Presiden Barack Obama menolak hasil referendum dan memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa AS siap menjatuhkan sanksi ekonomi, menjadikan momen ini sebagai krisis terparah antara barat dan Timur sejak berakhirnya Perang Dingin.
Data kepemilikan asing atas obligasi Pemerinath AS yang di rilis Jumat lalu memang telah memicu spekulasi Rusia mungkin telah mengurangi cadangan devisanya dalam USD menjelang kemungkinan sanksi ekonomi dari negara Barat.
Peningkatan ketegangan antara pihat Barat dan Rusia mempertebal letakutaan akan adanya gangguan pada ekonomi global, dengan investor tidak tahu kapan dan bagaimana krisis ini akan berakhir.
IHSG turun tipis 2.5 poin (-0.05%) dan di tutup di level 4876.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyusut 2.2 poin (-0.27%) ke level 828.4. Investor asing mengguyur IDR2,03 triliun ke dalam pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa menguat setelah sanksi awal terhadap Rusia tidak sebesar yang diperkirakan. Sanksi yang dijatuhkan hanya meliputi pelarangan visa dan pembekuan aset dari para pejabat Rusia dan Ukraania yang terlibat dalam kerusuhan di Crimea.
Laju inflasi tahunan zona Euro di bulan Februari kembali melambat, dengan hanya tumbuh 0.7%, turun dari perhitungan awal 0.8%. Ini berarti laju iflasi semakin jauh dari target bank sentral Eropa (ECB) yang sebesar 2% dan memberi tekanan pada ECB untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan kebujakan bulan April.
Indeks saham utama di AS berakhir menguat karena investor mengabaikan sanksi dari Uni Eropa dan AS yang euang lingkupnya sanagt terbatas sebagai respon dari hasil referendum Crimea berpisah dari Ukrania.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen dalam negeri masih dibayangi oleh Jokowi Effect, yaitu pengumuman secara resmi Joko Widodo sebagai capres dari PDI-P.
Sedangkan dari luar negeri, ketegangan Rusia-Ukraina masih menjadi topik utama dan Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan telah meneken dekrit yang mengakui Krimea sebagai negara Merdeka. Amerika Serikat dan Uni Eropa menyatakan akan memberlakukan sanksi bagi Rusia jika bersikukuh mengakui referendum Krimea tersebut. Dari Asia, bursa saham Asia dibuka menguat hari ini, Selasa (18/3). Bursa Jepang memimpin laju bursa regional ini setelah mata uang yen memperpanjang pelemahan terhadap mata uang utama dunia. Sementara itu, Federal Reserve akan memulai pertemuan selama dua hari untuk menentukan kebijakan moneter di AS. Sentimen positif yang datang dari negeri Paman Sam itu adalah, adanya penguatan produksi industri di AS di bulan Februari.
Secara Teknikal membentuk pola Bearish meeting line yang merupakan signal reversal yang berada pada pola chart Bearish AB=CD. Stochastic bergerak bullish namun telah berada di area overbought selama 2 minggu ini menandakan pergerakan yang terus jenuh dengan kencederungan profit taking. IHSG bergerak memantul di area upper band dengan kecenderungan bergerak turun dari Indikator Bollinger Bands. Diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah dengan support 4847-4905. Saham - saham yang dapat diperhatikan ACES, GIAA, HEXA, HRUM, INCO, ADRO.
0 comments:
Post a Comment