Indeks saham di Asia mwngLmi tekanan jual yang besar akhir pekan lalu seiring kembalinya terjadi Flight To Safety dipicu oleh kekhawatiran atas kesinambungan pertumbuhan ekonomi China dan masih berlanjutnya ketidakstabilan di Ukrania.
Penguatan nilai tukar JPY memperparah penurunan kinerja pasar saham Jepang, dengan indeks Nikkei 225 mencatatkan persentase penurunan harian terbesar di tahun ini.
Refrendum di Crimea yang dijadwalkan berlangsung hari Minggu juga membuat pasar saham global merinding. Yang ditakutakn dari refrendum ini adalah daerah daerah lain yang pro Moskow juga akan meminta refrendum sehingga berpotensi memperkuat cengkraman atau pengaruh Rusia di kawasan itu.
IHSG melonjak 152.5 poin (3.23%), kenaikan harian terbesar untuk tahun ini, dan di tutup di level 4878.6. Indeks saham Blue Chip LQ-45 meroket 36.3 poin (4.56%) ke level 830.7. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 terbang masing masing 192.8 poin (4.11%) dan 44 poin (4.49%). Investor asing Jumat lalu mengguyur IDR7,48 triliun ke dalam pasar saham domestik, mendorong total Net Buy asing menjadi IDR8,18 triliun.
Indeks saham di Eropa secara umum ditutup melemah seiring sentimen investor yang terus tertekan oleh ketegangan di Ukrania dan kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi di China.
Pemerintah Ukrania, AS dan Uni Eropa menilai refrendum yang berlangsung hari Minggu adalah ilegal dan hasil yang memilih untuk bergabung kembali dengan Rusia akan di balas dengan serangkaian sanksi oleh AS dan Uni Eropa.
Indeks saham utama di AS turun, dengan indeks NASDAQ mencatatkan penurunan mingguan pertama dalam 6 bulan terakhir, seiring dengan sentimen yangg terus tertekan menjelang berlangsungnya refrendum di Crimea.
Peritungan awal data University of Michigan Consumer Sentiment Index turun ke level 79.9 di bulan Maret, lebih rendah dari perhitungan akhir bulan Februari yang sebesar 81.6.
IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung melemah. Pengumuman penetapan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden partai PDI-P membuat IHSG ditutup menguat 152 poin atau 3,2% di level 4.878 pada Jumat, 15 Maret 2014 lalu. Hal ini diprediksi akan membuat IHSG kembali menguat pada hari ini, meskipun rawan aksi profit taking, karena saat ini IHSG mencerminkan PER 21.97x dan bisa dibilang sudah cukup tinggi. Sementara itu, indeks di bursa Asia berguguran. Hubungan Rusia-Ukraina yang semakin memanas menjadi salah satu faktor utama, di mana sekitar 96% rakyat Crimea memvoting untuk bergabung dengan Rusia dalam sengketa referendum kemarin setelah 60 tahun dibawah pemerintahan Ukraina. Meskipun menurut Rusia hal tersebut sudah memenuhi standar internasional, pemerintah di Kiev, Uni Eropa dan Amerika Serikat tidak mengakui voting tersebut.
Secara teknikal IHSG berhasil menembus target Wave 5 dilevel 4750 dengan demikian peluang terjadinya koreksi cukup besar dengan berindikasi membentuk pola corrective wave setelah motive wave terbentuk dengan terget ideal wave A berada pada level 4652. Indikator Stochastic yang terkosolidasi dengan momentum RSI yang berada di area overbought. Diprediksikan IHSG akan terkoreksi dengan range pergerakan 4770 - 4919.
0 comments:
Post a Comment