Indeks saham di Asia secara hati hati rebound, namun kenaikan dibatasi oleh data Retail Sales and Industrial Production China yang keluar mengecewakan, memperkuat kekhawatiran investor atas perlambatan di China.
Ketegangan di Ukrania dan kejauthan harga tembaga dalam beberapa mimggu terakhir juga memberi investor rasa takut meskipun data ekonomi Australia dan jepang yang keluar positif menahan indeks memasuki teritori negatif.
Data Industrial Production China untuk bulan Januari-Februari berada di bawah ekspektasi dan data Retail Sales China juga lebih buruk dari estimasi, memicu kekhawatiran pertumbuhan akan turun di tengah usaha Beijing melakukan refirmasi ekonomi.
Data Core Machinery Orders Jepang tumbuh 133.4% dari bulan sebelumnya, jauh di atas eekspektasi analis yang sebesar 7%. Data ini, indikator dari belanja modal korporasi, memberi sinyal bahwa peningkatan investasi bisnis sudah muali menggeliat.
IHSG naik 41.8 poin (0.89%) dan di tutup di level 4762.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 9.5 poin (1.21%) ke level 794.4. Investor asing mengguyur IDR1,22 triliun ke dalam pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa yutum tajam menyusul semakin besarnya kekecewaan atas kinerja ekonomi China.
Indeks saham utama di AS melemah, dengan indeks DJIA turun lebih dari 200 poin seiring memuncaknya kekhawatiran atas kondisi ekonomi China dan ketegangan yang meningkat di Ukrania.
IHSG hari ini diprediksi akan bergerak melemah. Sentimen negatif datang dari China, di mana empat bank terbesar negeri tirai bambu tersebut, atau biasa disebut sebagai China's Big Four, mengalami penurunan valuasi hingga rekor terendah. Penyebabnya adalah melambatnya ekonomi dan meningkatnya bad debts (kredit macet). Saham keempat bank tersebut diestimasikan telah merugi sebesar USD70 miliar tahun ini. Hal ini membuat para investor ragu untuk berinvestasi di bank-bank China.
Sedangkan dari dalam negeri, sentimen cenderung positif, BI memutuskan bahwa BI rate dipertahankan di level 7,5% dan pasar menyambut positif hal ini. Indikator baik lainnya, yaitu inflasi Indonesia Februari 2014 yang menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, masih masalah yang masih harus dihadapi, yaitu defisit neraca perdagangan.
Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi dengan momentum RSI dan William %R yang telah berada di area overbought sehingga peluang terjadinya koreksi akan sangat besar dipenghujung minggu ini. Namun peluang penguatan IHSG belum dapat dibilang tidak ada karena IHSG masih sedang membentuk wave 5 dari motive wave yang terbentuk dengan target ideal 4750. IHSG diprediksikan akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan IHSG berada pada 4703 - 4750. Saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain BDMN, BORN, HRUM, ITMG, TLKM.
0 comments:
Post a Comment