Indeks saham di Asia turun karena ketidakpastian ekonomi di china dan AS ditambah dengan ketegangan politik di Ukrania membuat investor bersikap waspada dan menekan harga komoditas.
Saham sektor perbankan menjadi fokus setelah bank sentral China mengumumkan siap menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) jika pertumbuhan ekonomi tidak tercapai.
Penurunan GWM akan terjadi jika pertumbuhan ekonomi berada di bawah 7.5% dan akan menjadi instrumen tambahan selain dari operasi pasar uang dan intervensi pasar valas melalui bank BUMN yang menurut pelaku pasar selama ini telah cukup melonggarkan kondisi moneter.
IHSG menguat 27 poin (0.58%) dan di tutup di level 4704.2 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 hampir tidak berubah dan tetap di level 785. Investor asing menarik IDR131.4 miliar keluar dari pasar saham domestik.
Indeks saham di Eropa turun karena sentimen investor tertekan oleh masih adanya kekhawatiran atas ketegangan antara Ukrania dan Ruisa serta perlambatan ekonomi di China. Pelemahan data Industrial Production zona Euro juga turun menghantam sentimen.
Negara negara maju yang tergabung dalam G7 mengeluarkan pernyataan kemarin bahwa mereka tidak akan mengakui hasil dari refrendum untuk Crimea bergabung dengan Ruisa dan setiap tindakan Ruisa untuk menganeksasi crimea akan berakibat sanksi yang lebih berat.
Indeks saham utama di AS ditutup datar (flat) , namun indeks NASDAQ berhasil menghentikan penurunan 4 hari beruntun seiring dengan investor mempertimbangkan kondisi ekonomi terkini dan memonitor perkembangan di Ukrania.
Sepinya rilis data ekonomi AS membuat investor fokus pada berita luar negeri dan juga mengantisipasi peertemuan FOMC minggu depan.
IHSG hari ini diprediksi akan bergerak mixed, Sentimen pasar hari ini diprediksi dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia mengenai BI rate yang diperkirakan akan dipertahankan pada level 7,5%, sebagai sinyal memberi kepastian kepada pasar tentang kelanjutan perbaikan transaksi berjalan. Sentimen negatif masih datang dari China dan AS ditambah dengan ketegangan politik Rusia-Ukrania membuat investor bersikap waspada dan menekan harga komoditas.
Secara teknikal IHSG tidak mampu bertahan diatas level 4700 sehingga membentuk pola bearish homing pigeon yang merupakan signal penurunan dengan stochastic yang bergerak bearish. Momentum IHSG berada pada area jenuh beli dan bepeluang besar akan terjadi koreksi bila IHSG menembus support MA7 dilevel 4670 dengan potensi penurunan hingga support weighted pada level 4635. diprediksikan IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah dengan range pergerakan 4637 - 4700. saham - saham yang dapat diperhatikan antara lain EXCL, HEXA, PGAS, TLKM.

0 comments:
Post a Comment