Indeks saham di Asia naik, namun investor tetap bersikap hati-hati menjelang rilis data Non-Farm Payrolls bulan Februari AS yang dijadwalkan dirilis Jumat malam. Investor juga bereaksi atas berita gagal bayar (default) di pasar obligasi China.

Kasus gagal bayar (default) pertama di China nampaknya akan terjadi seiring tidak adanya tanda tanda penyelamatan (bailout) atas Chaori Solar Energy Science and Technology, sebuah perusahaan pembuat peralatan bertenaga surya. Peristiwa ini di lihat sebagai penerapan disiplin pasar dalam ekonomi terbesar kedua di dunia.

Chaori Solar minggu lalu memperingatkan hanya mampu membayar tidak lebih dari 5% atas 89 juta Yuan ($14.5 juta) beban bunga jautug tempo dari obligasi senilai 1 miliar Yuan yang di terbitkan tahun 2012 lalu.

IHSG terpangkas 2 poin (-0.04%) dan di tutup di level 4685.9 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 menyusut 1.9 poin (-0.24%) ke level 786.7. Secara mingguan, IHSG dan LQ-45 masing masing naik 65.7 poin (1.42%) dan 10 poin (1.29%). Investor asing Jumat lalu memompa IDR112.5 miliar ke dalam pasar saham domestik, mendorong total Net Buy asing minggu lalu menjadi IDR1,10 triliun.

Indeks saham di Eropa turun meskipun data pasar tenaga kerja AS keluar lebih baik dari perkiraan, seiring dengan masihn tingginya ketakutan atas faktor geopolitik setelah seminggu penuh di dominasi oleh berita krisis di Ukrania.

Data terkini Non-Farm Payrolls AS memperlihatkan 175,000 tercipta di bulan Februari, lebih tinggi dari estimasi 149,000. Namun Tingkat Pengangguran naik dari 6.6% menjadi 6.7%.

Indeks saham utama di AS berakhir mixed, dengan indeks S&P 500 kemvali ditutup pada level tertinggi terbaru karena investor memonitor perkembangan di Ukrania dan data Non-Farm Payrolls bulan Februari memberi indikasi bahwa cuaca ekstrim musim dingin menjadi penyebab di balik penurunan aktifitas ekonomi akhir akhir ini.

IHSG hari ini diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif datang dari China, tanda-tanda pelemahan ekonomi China semakin terlihat. Data terbaru menunjukkan, ekspor China di Februari 2014 merosot hingga 18%, sedangkan impor naik 10,1%. Akibatnya, neraca perdagangan defisit senilai US$ 23 miliar. Sementara itu, dari dalam negeri, defisit anggaran negara berpelung makin lebar, sehingga pemerintah berencana akan memangkas APBN 2014. Namun, adanya potensi rally menjelang pemilu presiden 2014 bisa mendongkrak kinerja IHSG tahun ini.

Secara teknikal IHSG membentuk pola candle bearish meeting line yang merupakan signal pembalikan arah. Indikator Stochastic telah mencapai area overbought sehingga bergerak jenuh mengindikasikan terjadinya dead-cross dengan momentum RSI yang berada di overbought osilator. Pada indikator Bollinger Bands IHSG memantul pada dinding upper bands dari bollinger band. Secara teknikal IHSG akan kembali bergerak fluktuatif cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari senin (10/04) diwarnai aksi ambil untung. range pergerakan IHSG akan berada pada kisaran 4658 - 4700. Bila IHSG bergerak melemah menembus support maka berpotensi melanjutkan pelemahan hingga 4606 (Maksimum toleransi support Weighted).

0 comments:

Post a Comment

 
Terasbursa.com © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top